Mohon tunggu...
Lupin TheThird
Lupin TheThird Mohon Tunggu... Seniman - ヘタレエンジニア

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro (https://www.kompasiana.com/dancingsushi)

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Kuil Eigenji dengan Pesona Musim Gugur, Suara Burung, dan Gemercik Air

18 Oktober 2020   09:47 Diperbarui: 18 Oktober 2020   12:17 304
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemandangan disekitar pintu masuk utama kuil (dokpri)

Tentu hal ini menyebabkan Mitsutaka sedih, sebab sebagai penguasa, kehadiran anak merupakan syarat mutlak untuk bisa mewariskan kekuasaan.

Dalam keadaan putus asa, dia kemudian berdoa kepada dewa yang dimuliakan di Kuil Eigenji. Hasilnya menggembirakan. Mitsutaka akhirnya bisa mendapatkan anak, sehingga kekuasaan bisa diteruskan kepada keturunannya.

Dengan kejadian itu, dewa yang dimuliakan di Kuil Eigenji akhirnya disebut Yotsugi Kanon. Artinya, dewa pemberi berkah kepada orang, termasuk memberi kemudahan keturunan. 

Itulah sebabnya lebih dari 600 tahun kemudian, orang masih berbondong-bondong datang ke Kuil Eigenji. Kebanyakan mereka datang untuk berdoa kepada Yotsugi Kanon, agar dipermudah mendapat keturunan. 

Sudut pemandangan lain di area kuil (dokpri)
Sudut pemandangan lain di area kuil (dokpri)
Meskipun untuk bisa sampai ke kuil ini, butuh sedikit "perjuangan". 

Dari stasiun terdekat bernama Youkaichi, saya harus naik bus selama kurang lebih 40 menit. Ditambah lagi, waktu itu bus hanya ada satu setiap jam. 

Sehingga saya harus betul-betul mengecek jam kedatangan bus saat pergi dan pulang dari kuil agar tidak ketinggalan. Karena jika alpa, waktu akan terbuang percuma hanya untuk menunggu sekitar satu jam sampai dengan kedatangan bus berikutnya.

Turun dari bus dan setelah berjalan beberapa saat di permukaan rata , saya harus melalui tangga yang lumayan panjang. 

Cukup menghabiskan tenaga memang. Untungnya, saya sempat sarapan onigiri (nasi dikepal dibungkus rumput laut kering dengan lauk didalamnya) sehingga tenaga masih banyak tersisa.

Tidak begitu lama berjalan, akhirnya saya tiba di gerbang utama kuil. Ketika menyaksikan pemandangan daun berwarna-warni disana, seketika itu juga rasa capek lenyap.

Pintu utama Kuil Eigenji dengan tulsan di kiri kanan gerbang (dokpri)
Pintu utama Kuil Eigenji dengan tulsan di kiri kanan gerbang (dokpri)
Meskipun beberapa orang sudah berada disana, suasana Eigenji bisa dibilang senyap. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun