Mohon tunggu...
Syukron Adzim
Syukron Adzim Mohon Tunggu... Menuliskan imajinasi

Surel : syukronadzim@student.undip.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Menyoal Sistem Olahraga di Indonesia

9 September 2019   12:39 Diperbarui: 10 September 2019   10:56 0 3 1 Mohon Tunggu...
Menyoal Sistem Olahraga di Indonesia
Sumber: Pixabay

Sistem Olaharaga, satu dari sekian banyak persoalan di Indonesia. Sampai detik ini, saya pikir Indonesia masih belum memiliki sistem olahraga yang tepat baik sistem pembinaan, kepengurusan dan kepegawaian serta prestasi. Singkatnya saya tidak puas dengan sistem olaharaga di Indonesia.

Jika melihat kebelakang, Indonesia pernah memiliki atlit yang cukup sukses di kancah dunia baik sepak bola, bulutangkis,  atletik, maupun cabang olahraga lain. Dari bidang tersebut lahirlah putra putri terbaik bangsa yang telah mengharumkan Indonesia dikancah nasional maupun internasional. Meskipun demikian, apa benar kesuksesan para atlet tersebut adalah isyarat suksesnya sistem olahraga di Indonesia? Saya tidak sepakat.

Melihat dari sejarah 20 tahun terakhir, prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia tidaklah membaik dari tahun ke tahun. Meski selalu mendapatkan satu emas di 5 Olimpiade terakhir, namun hal ini bukanlah hal yang memuaskan bagi pencinta olahraga di tanah air kita. Dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta manusia (terbanyak keempat di dunia), mustinya kita memiliki banyak sumber daya atlet untuk berprestasi di tanah air. Lebih lanjut prestasi yang membanggakan itu hanya di satu cabang yakni bulutangkis.

Disisi lain, prestasi cabang selain bulutangkis nampaknya mengalami "stagnasi" atau bahkan kemunduran. Namun, gambaran stagnasi patut dikesampingkan jika kita menengok prestasi di event Asean Games 2018. Ketika itu, bermodal sebagai tuan rumah, Indonesia dengan bangga bisa berada diperingkat 4 ditabel akhir dengan perolehan 98 medali dengan rincian 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Atas prestasi itu, pemerintah mengganjar para atlit dengan bonus. Dengan pencapaian itu, apakah kita sudah dianggap berhasil dalam sistem olahraga ?

Nampaknya Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi terbanyak keempat di dunia ini memiliki sistem olahraga tergolong sangat rendah bahkan sudah ketinggalan zaman. Contoh kongkrit ialah sistem pembinaan yang belum terstandarisasi internasional, kepengurusan yang memakai model lama serta peralatan yang tidak diupgrade model baru. Beberapa contoh ini bukan hal yang baru di sistem olahraga kita bahkan sudah menjadi tradisi dari dahulu hingga sekarang. Hasilnya bisa ditebak, Indonesia menempati peringkat ke 5 negara dengan sistem olahraga buruk dikawasan asia tenggara. Bagi saya, ini adalah hasil yang sangat mengecewakan. Rendahnya mutu olahraga akan berimbas pada kualitas olahraga di setiap daerah.

Kemudian, usaha untuk membangun sistem olahraga yang lebih terintegritas minim dilakukan. Hal ini bisa terlihat dari miss pembinaan dari element dari dengan lain serta pemerintah. Selain itu, Prakterk korupsi dilembaga Kementrian Pemuda dan Olahraga juga menjadi satu kendala yang sulit untuk dihilangkan. Dampaknya dana yang dikorupsi mengakibatkan kecilnya dana pembinaan para atlit.

Sudah begitu, ketika atlit menyatakan pensiun apresiasi dari pemerintah sangat minim. Berdasarkan data yang saya himpun, sebagian besar atlit pensiun tidak memiliki pesangon tetap bahkan pekerjaan untuk menyambung hidupnya. Meskipun beberapa tahun terakhir pemerintah membuka lowongan cpns untuk para atlit, sejatinya tidak semua atlit dapat masuk kerena keterbatasan kuota dan pekerjaan.

Jadi, wajarkah jika saya merasa tidak puas dengan sistem olahraga kita? Meminjam peribahasa 'Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat'. Olahraga yang saya maksud bukanlah sistem olahraga dalam artian formal saja, namun lebih luas lagi. Pendidikan yang saya maksud disini adalah proses pengelolaan olahraga baik akan berdampak baik juga pada pada setiap fase kehidupan mereka. Lebih-lebih carut marut pembinaan, kepegawaian dan kepengurusan serta prestasi merupakan hasil dari pengelolaan yang baik.

Oleh karena itu, melalui momen Hari Olahraga Nasional yang kita peringati pada hari ini, Senin (9/9). Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berkontribusi dengan sistem olahraga kita. Jangan berharap lebih dari sistem olahraga kita, tapi tanyakan kepada diri kalian sendiri, kontribusi apa yang bisa kalian berikan untuk membuat sistem olahraga di Indonesia menjadi lebih di masa mendatang. Ayo Bangkit Indonesiaa.

Salam.