Mohon tunggu...
Syukri Umar
Syukri Umar Mohon Tunggu... Pensiunan Kemenag

S1 Fakultas dakwah IAIN Imam Bonjol Padang, telah menulis buku dengan judul Peranan Ulama dan Pejuang Minangkabau Dalam Pengembangan Islam dan Merebut Kemerdekaan di Nusantara diterbitkan Februari 2020. Menulis Artikel di Surat kabar daerah/ Pusat, Majalah lokal, naskah sandiwara radio (radio swasta dan RRI Padang). Pernah menjabat Kepala Kantor Dep. Agama Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat tahun 1997-2000, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam kantor wilayah Dep. Agama Sumatera Barat 2000-2002. Kepala kantor Dep. Agama Kota Payakumbuh 2002-2003. Pernah Ketua KPN Kandepag Padang Pariaman dan Wakil ketua KPN Pemda Kab. Padang Pariaman 1983-1988. Ketua KPN kanwil Dep. Agama Prov. Sumbar 2000-2002.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Urgensi Intelektual dan Iman Menyikapi Ketidakpastian

29 Juni 2020   19:11 Diperbarui: 29 Juni 2020   19:03 68 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Urgensi Intelektual dan Iman Menyikapi Ketidakpastian
Sumber: www.google.com

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengharapkan dan menunggu kapan datangnya sesuatu yang diharapkannya. Baik dalam bentuk hasil usahanya, atau dalam bentuk janji seseorang kepadanya, bila seseorang itu telah berhasil dan tujuannya tercapai. Katakanlah, bila ia sudah menduduki jabatan, pengusaha dan sebagainya.

Di sisi lain, banyak orang mengharapkan kapan berakhirnya musibah yang menimpa rakyat. Seperti serangan virus covid-19, yang melanda dunia, termasuk Indonesia hari ini.

Pemerintah bersama rakyat indonesia, telah sepakat dan menyatakan perang melawan virus berbahaya ini. Berbagai upaya telah dilakukan. Baik oleh setiap individu, masyarakat, dan negara untuk memutus mata rantai covid-19 ini. 

Pemerintah telah mengeluarkan peraturan-peraturan terkait dengan virus ini. Dan terus-menerus memberikan penyuluhan dan bimbingan serta mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya dan penyebaran virus ini melalui orang-perorang, kelompok masyarakat dan media masa, media sosial dan sebagainya.

Covid-19 sudah banyak menelan korban. Lebih kurang 1000 orang telah meninggal dunia. Ribuan orang telah sembuh dan banyak yang dalam situasi ODP (Orang Dalam Pantauan), termasuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan). 

Musibah ini berdampak juga terhadap ekonomi rakyat. Baik di sektor perdagangan, jasa, dan lain-lain. Covid-19 telah menyebar di pasar-pasar, di tempat-tempat keramaian.

Setiap waktu, masyarakat memantau perkembangan dan turunnya Covid-19 di berbagai daerah. Bagi daerah yang ternyata angka korbannya menurun, atau memang bebas dari Covid-19, sepertinya sebuah harapan bahwa tidak berapa lama lagi mungkin Covid-19 akan berakhir. Sebaliknya, bagi daerah yang angka pengembangannya terus bertambah, menimbulkan kecemasan bahwa Covid-19 Tak Akan Berlalu.

Di antara dua kenyataan ini, masyarakat bertanya:" Kapankah Covid-19 ini akan barakhir?". Kegalauan timbul dalam pikiran mereka. Berakibat pula kepada perilaku masyarakat dalam menghadapi virus ini. Mereka tidak mentaati aturan yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga terjadilah di mana-mana pelanggaran, bahkan sudah ada yang dikenakan sanksi atau hukuman.

Akan tetapi ada orang dan masyarakat yang menyikapi kondisi Covid ini dengan berfikir cerdas, dan memanfaatkan pola pencegahan Covid-19 dengan tinggal "di rumah saja" untuk berbagai kegiatan, baik kegiatan rutin maupun kegiatan tambahan sambil melaksanakan tugas-tugas pokok mereka di tempat bekerjanya, sesuai dengan profesinya masing-masing. 

Masyarakat menghadapi Covid-19 dengan berbuat hal-hal yang positif adalah bagian dari perilaku cerdas di tengah ketidakpastian kapan berakhirnya Covid-19 ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x