Mohon tunggu...
Sylvia Ardita
Sylvia Ardita Mohon Tunggu... Universitas Indonesia

Departemen Biologi, Universitas Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Biologi Laut: Ancaman bagi Pteropoda Kutub

13 Desember 2019   16:13 Diperbarui: 13 Desember 2019   16:33 464 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Biologi Laut: Ancaman bagi Pteropoda Kutub
Limacina helicina

Sekitar 80 tahun yang akan datang, diperkirakan akan teradinya peningkatan suhu dan penurunan pH. Pemanasan dan pengasaman laut dapat menimbulkan ancaman terhadap organisme laut. Gangguan pada biota laut akan menjadi tantangan besar karena berdampak pada keselamatan biota laut di masa mendatang. Ekosistem pada lintang tinggi diperkirakan akan mengalami pengasaman laut yang pertama kali karena amplifikasi musiman dan suhu yang lebih dingin sehingga dapat meningkatkan kelarutan CO2. Hal ini menimbulkan ancaman besar bagi organisme laut di kutub yang membentuk cangkang, kerangka, atau struktur internal dari kalsium karbonat. 

Pteropoda merupakan zooplankton yang mendominasi pada ekosistem kutub. Pteropoda bercangkang adalah salah satu komponen utama dalam jaring makanan pada daerah kutub. Selain itu, pteropoda kutub berkontribusi besar terhadap ekspor karbon dan karbonat ke laut melalui tenggelamnya individu yang mati dan fesesnya. Limacina helicina adalah pteropoda kutub yang memiliki dua spesies yaitu Limacina helicina antarctica dan Limacina helicina helicina, yang masing-masing terdapat di Antartika dan Arktik. Kedua spesies tersebut dianggap sebagai penjaga keasaman laut karena cangkangnya terdiri dari aragonit. Pelarutan cangkang telah dilaporkan pada populasi L. helicina antarctica juvenil di laut Scotia. Pengasaman laut mengakibatkan berkurangnya persentasi perkembangan telur pada L. helicina hingga 80%.

L. helicina antarctica memiliki peran ekologis dan biogeokimia yang sangat besar pada ekosistem samudra Selatan, sehingga terjadinya perubahan morfologi cangkang dan pengurangan kemampuan untuk berkembang dapat berpengaruh besar pada keseimbangan ekosistem. L. helicina antarctica sensitif terhadap kondisi samudera yang memiliki kondisi hangat dan asam yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2100 di laut Scotia, karena penelitian membuktikan terdapat tingkat mortalitas larva yang tinggi pada paparan kondisi tersebut.

Ukuran cangkang larva L. helicina menjadi lebih kecil saat terpapar kondisi hangat dan asam jika dibandingkan dengan ukuran cangkang pada kondisi lingkungan normal. Peningkatan regulasi asam-basa pada kondisi lingkungan yang asam membutuhkan energi, sehingga ukuran cangkang mengecil. Paparan terhadap kondisi lingkungan yang mengalami pemanasan dan pengasaman kemungkinan akan dialami di lingkungan larva L. helicina antarctica. Hal ini akan berdampak besar pada ketahanan hidup spesies tersebut dan berakibat pada stabilitas populasi di wilayah kutub. 

Sumber:

Gardner, J., C. Manno, D. C E. Bakker, V. L. Peck, G. A. Tarling. 2017. Southern Ocean pteropods at risk from ocean warming and acidification. Marine Biology, 165(1): 12 hlm.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x