Mohon tunggu...
sylva juliantywardani
sylva juliantywardani Mohon Tunggu... pelajar

----

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Borderline Personality Disorder (BPD)

15 Januari 2020   22:53 Diperbarui: 15 Januari 2020   22:50 25 0 0 Mohon Tunggu...

2019 menjadi tahun dimana isu mental health banyak disuarakan. Banyak diantarannya influencer yang memperkenalkan tentang bahayanya mental ilness bagi setiap orang. Salah satunya adalah BPD. Borderline  Personality Disorder (BPD)
Atau gangguan kepribadian ambang merupakan gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang berubah-rubah, juga perilaku yang impulsif

Gangguan mental ini umumnya muncul pada periode remaja menuju dewasa. Tidak heran banyak dintaranya remaja usia belasan yang menderita BPD. Penderita BPD cenderung mempunyai cara berpikir yang berbeda dari orang lain pada umumnya. Hal itu mengakibatkan penderita kesulitan menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Kita tidak bisa mendiagnosa diri sendiri dan orang lain mengalami BPD sebelum menemui psikiater. Tetapi ada beberapa gejala yang perlu kita ketahui sebagai pengetahuan. Gejala gangguan mental BPD diantaranya adalah kondisi mood atau suasana hati yang tidak stabil yang terjadi dalam beberapa jam, yang ditandai dengan Kesulitan mengendalikan emosi dan merasa hampa secara berlebihan.

Gangguan pola pikir dan persepsi seperti tiba-tiba merasa diri buruk dan rasa takut diabaikan yang tinggi mendorong penderita melakukan sesuatu yang ekstrem.

Tidak hanya itu, penderita BPD juga menjalin hubungan yang intens namun tidak stabil. Dalam satu waktu penderita BPD bisa sangat menyukai dan mengidolakan seseorang lalu kemudian merasa seseorang itu bersikap jahat dan buruk.

Gejala di atas umum dirasakan setiap orang, tetapi gejala yang ekstrim yang dilakukan penderita yaitu berperilaku impulsif. Perilaku impulsif ini ditandai dengan perilaku yang cenderung tidak bertanggung jawab dan menyakiti diri sendiri.

Bahkan tidak sedikit penderita yang melakukan percobaan bunuh diri atau melakukanya. Menyakiti diri sendiri, melakukan seks tanpa pengaman dan hal-hal ekstrim lainya banyak dilakukan penderita BPD yang diakibatkan oleh caranya berpikir.

Tidak semua gejala di atas dialami penderita BPD. Juga tidak semua yang mengalami gejala tersebut bisa disebut BPD sebelum melakukan pemeriksaan dengan psikiater. Penyebab BPD itu sendiri dipicu dengan beberapa faktor seperti lingkungan yang negatif yang memicu timbulnya kepribadian itu, keturunan kepribadian, kelainan pada otak yaitu dimana penderita BPD memilki perubahan struktur fungsi otak dan ciri kepribadian tertentu. Faktor penyebab diatas bisa meningatkan kemungkinan seseorang menderita BPD, tetapi tidak semua orangyang mengalami faktor diatas menderita BPD.

BPD merupakan penyakit mental yang bisa disembuhkan seiring berjalanya waktu. Penderita BPD bisa sembuh dengan bantuan medis/psikiater dan lingkungan sosial yang mendukung. Kemauan diri sendiri untuk sembuh dari penyakit mental sendiri itu sangat penting, mengingat cara kita berpikir adalah diri kita sendiri yang mengaturnya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x