Lingkungan

Mari Mengenal Lebih dalam Tanaman Hidroponik di Farmer House Sukabumi

16 Mei 2019   04:28 Diperbarui: 16 Mei 2019   13:48 11 2 0
Mari Mengenal Lebih dalam Tanaman Hidroponik di Farmer House Sukabumi
Gambar 1. Pelatihan tanaman hidroponik oleh Endud di Farmer House Sukabumi - dokpri.

Kompasiana, Sukabumi - Di zaman modern seperti sekarang ini, siapa sangka jika teras rumah pun dapat dijadikan lahan pertanian. Dengan bermodalkan hobi, sepasang suami istri keluarga Endud ini mampu memanfaatkan pekarangan rumah seluas 3x5 meter dan sekarang menjadi sebuah green house  seluas 60 meter yang dapat menampung berbagai jenis tanaman. Mulai dari sayuran, tanaman hias dan tanaman obat-obatan. pola tanam ini juga hanya menggunakan pipa paralon untuk mengairi air ke rokwol atau busa yang sudah dicampur nutrisi, yakni cairan abmix.

Tanaman hidroponik dari Farmer House Sukabumi ini juga tidak menggunakan bahan kimia, sehingga mulai dilirik oleh restaurant dan berbagai pusat perbelanjaan di kota sukabumi. Meskipun hanya tanaman dengan metode sederhana, hasil panen dari farmer house hidroponik ini bisa mencapai omset sampai jutaan rupiah perbulannya.

Saat ini Farmer House Sukabumi menanam lebih dari sepuluh jenis tanaman, mulai dari sayuran seperti selada merah, paprika, kale, cabai, kangkung dan pakcoi. Selain itu,disini juga terdapat tanaman hias dan obat-obatan yang juga ditanam dengan metode hidroponik.

Salah satu keunikan dari tanaman hidroponik ini yaitu bisa kita cicipi langsung, hal tersebut dikarenakantanaman hidroponik tidak menggunakan bahan kimia dalam proses penanamannya, ditambah juga tidak menggunakan tanah sehingga lebih higienis.

Bagi kamu yang tertarik bercocoktanam dengan metode hidroponik ini tidak perlu risau, kamu hanya perlu memerlukan media selain tanah seperti rokwol, hydrotone, gel, kokopit, kapas, bahkan pecahan genting. 

Proses penanamannya juga tidak sulit, dimulai dari membasahi media dengan air, kemudian tanam benih pada media yang telah dibasahi air sesuai dengan keperluan, proses itu dinamakan dengan proses penyemaian. Setelah proses penyemaian, benih tadi didiamkan terkena matahari selama 14 hari sebelum kemudian dialihkan ke pot apung. Ketika tanaman berumur kurang lebih 40 hari, maka tanaman siap untuk dipanen. 

Sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan yang semakin tahun semakin sempit. Diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit. Selamat mencoba dirumah sobat kompasiana.(SK)