Syifa Ann
Syifa Ann pelajar/mahasiswa

Mahasiswi Sosiologi, Penyuka Puisi | Pecinta Buku Nonfiksi & Kisah Inspirasi. | Pengagum B.J Habibie. | Pengguna K'- Mobilian. | Addicted With Joe Sacco's Books. | Risk Taker. ¦ A Warrior Princess on Your Ground. | Feel The Fear, and Do It Anyway :)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Litani Kuncup Lima di Mulut Laut

18 Agustus 2017   05:10 Diperbarui: 18 Agustus 2017   07:11 643 19 10
Litani Kuncup Lima di Mulut Laut
Ilustrasi: www. Shaadesoflife.com


1: 

Yang belum pernah rasakan hempasan

Memang takkan mengerti

Seni memeluk erat sarang

Seusai senja

Amin terucap di sebrang kata-kata

Yang mungkin bukan doa

Biar saja

Karena Dia pernah berpesan

Setelah insan utarakan ingin

Makbul tutup dengan amin 


2:

Yang pernah terjatuh di titik terjauh 

Akan memeluk lebih erat 

Meski dengan cara tak biasa 

Bahkan tanpa dipinta 

Sebab dia tahu 

Sedalam apa badai meninggalkan sisa 


3:

Sastra mengajari kebahagiaan hidup dengan cinta

Mengubah sarkasme menjadi doa

Sinisme menjelma nyala

Walau kau hanya seekor ngengat

Yang meraba cahaya

Dari bawah kasur

Atau kamu cuma

Debu bawah tanah


4:

Apa yang tersembunyi di balik kabut

Punya kisahnya sendiri-sendiri

Di sebuah sudut

Fiksi mengasah imaji

Untuk belajar besar hati

Sebab kadang mulut seperti laut

Tak melulu sejernih langit


5;

Aspal buntu di ujung gang itu

Menuntun pada kepasrahan total

Yang ingin tetap tinggal

Sebab putih jauh dari keruh

Bening di kaki-kaki dunia

Merenda harap sebuah usaha

Meski tak terpahami banyak mata