Mohon tunggu...
Syauqi Hafiz
Syauqi Hafiz Mohon Tunggu...

Ponpes Husnul Khotimah

Selanjutnya

Tutup

Media

VOA-ISLAM.COM anti PKS (?)

31 Januari 2014   19:54 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:17 37 0 2 Mohon Tunggu...

Pada selasa minggu ini (28/1) sebuah situs keislaman mengangkat tema politik. Situsnya adalah voa-islam.com . Objeknya adalah sebuah partai islam bernama PKS. Apa yang dibincangkan oleh voa-islam di artikel itu?

Ini TKPnya:

m.voa-islam.com//news/liberalism/2014/01/28/28852/apakah-pks-akan-memegangi-ekor-sapi-atau-bergantung-ke-beringin

Kolom tentang PKS itu diberi judul:

Apakah PKS Akan Memegangi Ekor Sapi Atau Bergantung ke Beringin?

Apa yang anda bayangkan jika membaca judul diatas? Yang pasti anda tak akan membayangkan identitas PKS sebagai partai islam. Malah, mungkin juga anda akan membayangkan PKS sebagai partai koruptor jika melihat kata 'sapi' di judul diatas. Stigma korupsi tadi dibuktikan dengan banyaknya elemen masyarakat (karena berbagai sebab) mengait-ngaitkan PKS dengan sapi atau partai korupsi sapi. Celakanya judul sebuah media cetak nasional sejak lama menuliskan judul yang tidak etis: daging berjenggot.

Maka, jika anda menyajikan kata 'PKS' yang disandingkan dengan kata 'sapi', maka anda menyajikan sebuah label negatif kepada PKS. Bahwa PKS adalah partai koruptor.

Maka, judul artikel voa-islam tersebut adalah penyajian opini negatif. Sebuah stigmatisasi kepada pks. Sepakat?

Kalimat: Bergantung ke Beringin , mari kita amati lagi apa yang kira2 dipikirkan pembaca jika melihat kalimat tadi?

Mengangkat tema pks dan sikap politiknya berarti membahas isu politik yang pastinya sensitif. Pertanyaannya: kata 'beringin' tadi apa maksudnya? Apakah sebuah pohon? Tentunya bukan karena artikelnya bukan artikel biologi atau artikel pelestarian alam. Apakah kata beringin tadi maksudnya keangkeran dan sarang hantu? Tentunya bukan itu maksud yang diinginkan voa-islam, karena voa-islam adalah media islam. Tak pantas lah, voa-islam gitu loh, mengangkat tema mistis murahan semacam beringin-beringinan dalam artian mistik.

Karena artikel ini adalah artikel politik, maka kata beringin itu harus terkait dengan isu politik. Apakah kata beringin bisa dikaitkan dengan politik? Oh.... ternyata bisa.... Siapa yang tak tahu lambang sebuah partai sekuler, Golkar?

Berarti dari judul diatas bisa disimpulkan bahwa voa-islam ingin memberikan 2 stigma minimal kepada pks:

1. Pks adalah partai koruptor,

2. Pks condong ke ideologi sekulerisme.

Dua stigma negatif! Baru judul! Bisa sedikit dimaklumi lah jika judul semacam ini dilontarkan oleh media sekuler pluralis atau liberal. Tapi voa-islam adalah media yang mengatasnamakan islam lho! Apa gerangan alasannya voa-islam sangat bersemangat membuat stigma ini? Sampai memakai kata2 kiasan seperti sapi atau beringin segala? Kenapa tak pakai kata lain yang lebih berimbang dan tak menghasilkan stigma negatif? Kita tunggu saja voa-islam bertanggungjawab atas stigmatisasi itu.

Kita masuk ke artikel. Potongan pertama yang akan kita bahas adalah:

"Namun, ide koalisi antara partai-partai Islam

dipandang sebagai ide yang tidak berguna. Padahal, banyak kalangan Islam yang menginginkan partai-partai Islam bersatu dan bergabung menjadi satu barisan."

Perhatikan kata 'dipandang'. Siapakah yang memandang bahwa koalisi partai islam sebagai ide yang tidak berguna? Pertanyaan ini pasti dan wajar muncul karena voa-islam tak menyebutkan siapa yang memandang ide tersebut (koalisi partai islam) tak berguna. Disini kita mulai mempertanyakan dimana etika voa-islam yang tidak mempertanggungjawabkan isi artikelnya.

Selanjutnya, voa-islam mulai memasuki inti pembicaraan:

"Dahulu berbagai kalangan menginginkan PKS sebagai partai Islam menjadi lokomotif partai-partai Islam, dan melakukan perubahan

atau perbaikan kenegaraan, terutama

terciptanya “good governance” (pemerintah yang baik)."

Voa-islam ternyata menggambarkan pks sebagai harapan indonesia dan umat islam khususnya. Tapi menurut voa-islam, harapan itu hanyalah harapan masa lalu (lihat kata dahulu). Berarti bagaimana pks saat ini menurut pengamatan voa-islam? Kita lihat pemaparan selanjutnya.

" Tetapi justru PKS masuk pemerintahan SBY, dan sekarang cenderung ke tengah, dan tidak membawa partai-partai Islam atau partai berbasis massa Islam lebih ke kanan (Islam), tetapi cenderung menjadi lebih ke tengah, bahkan ke kiri (sekuler)."

Oke. Kita sebutkan vonis-vonisnya voa-islam tadi:

1. Pks masuk pemerintahan sby.

2. Cenderung ke tengah (?).

3. Tidak mengajak partai islam lainnya ke arah islam. Tapi cenderung ke tengah. Bahkan cenderung ke kiri/sekuler (?).

Agak menggelitik memang bahwa voa-islam menganggap peta ideologi politik.praktis di indonesia adalah kanan(islam)-tengah(gajelas)-kiri(sekuler). Dimana yang lazim digunakan adalah kanan(liberal)-tengah(moderat)-kiri(sosialis/komunis). Tapi tak apalah. Itu hak voa-islam membagi2 peta ideologi semau mereka, walaupun tak.lazim.

Kata tapi/tetapi/namun yang disebutkan voa-islam diatas berfungsi menunjukkan pertentangan. Artinya, pks melakukan hal yang bertentangan dari harapan umat islam seperti yang disebutkan di awal. Maka vonis2 tadi dianggap sebagai perbuatan pks yang bertentangan dengan harapan umat. Benarkah?

Apakah masuk ke pemerintahan sby itu bertentangan dari harapan umat?

Apakah bersikap pertengahan itu bertentangan dari harapan umat?

Diantara tiga sikap pks yg disebutkan voa-islam tadi, hanya sikap ketiga sajalah yang memang tak bagus buat umat islam. Apa salahnya pks masuk ke pemerintahan sby dan bersikap pertengahan? Masalahnya voa-islam tak menyebutkan alasannya mengapa dua sikap pks tersebut salah. Ini penting agar voa-islam tak dianggap mengkhayal saja...

Dari vonis terakhir voa-islam, bahwa pks telah condong ke arus sekuler, muncul lagi pertanyaan baru:

Masa iya sih? Masa pks sebuah partai islam bersikap demikian?

Selayaknya voa-islam menyertakan bukti yang menguatkan tuduhannya itu. Inilah perbuatan pks yang dianggap sebagai bukti bahwa pks telah ke arah sekuler:

" Hal ini nampak langkah yang dilakukan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta yang akan melakukan safari

politik ke Ketua Umum PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri. "Kami juga Insya Allah berusaha untuk berkomunikasi dengan bu Megawati," ujar Anis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2014)."

Inilah buktinya! Seorang pimpinan partai islam, yang akan melakukan kunjungan politik ke pimpinan partai sekuler. Jadi lain kali, kalo anda mau beli bakso jangan ke tukang bakso yg orang pdip yaaa :D .

Senaif itukah voa-islam? Disaat kita butuh bukti bahwa pks telah menuju ideologi sekuler, voa-islam hanya dapat membuktikannya dengan rencana kunjungan anis matta ke megawati.

Pertama, itu rencana lho. Belum kejadian.

Kedua, satu2nya kesimpulan yg dapat disimpulkan oleh semua orang muslim dan seluruh makhluk waras dari jin dan manusia adalah: pks diwakili anis matta SILATURRAHIM ke pdip yang diwakili megawati. Jadi jika kita silaturrahim ke orang sekuler untuk membicarakan rencana2 penting semisal politik sampai urusan2 sepele semisal masak-memasak, maka kita otomatis menjadi sekuler? Mari berdoa supaya voa-islam kembali waras. Amiin.

Jadi bukti yang disampaikan voa-islam adalah salah besar. Dan voa-islam belum bisa membuktikan bahwa pks telah condong ke arah sekuler dengan pembuktian tendensius itu. BELUM ADA BUKTI.

Yang aneh, voa-islam selanjutnya justru menuliskan (atau mengutip) bahwa tindakan anis matta adalah silaturrahim:

"Meski, masing-masing parpol akan bertarung di Pemilu 2014, namun hal itu tidak serta merta menutup tali silaturahmi antar pimpinan parpol. Mantan Wakil Ketua DPR ini mengatakan, pertarungan di Pemilu 2014 nanti itu biasa. Tetap dinikmati. Namun

silaturahim juga tetap harus dijaga, ucap

Anis."

Baiklah. Sampai disini kita bisa menyimpulkan bahwa voa-islam menuduh pks telah sekuler karena telah silaturrahim. Sebab tuduhan yang tak nyambung dengan tuduhannya sendiri. Selanjutnya ada perkataan Anis Matta yg dikutip namun tak jelas korelasinya dengan premis2 pertama ynag disebutkan voa-islam:

" "Suatu saat ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP saya berkunjung ke rumah seorang kawan dan menemukan buku ttg biografi Soekarno.. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.. yg ditulis oleh Cindy Adam.. menjadi perkenalan intelektual pertama saya

dengan Bung Karno .. Saya menamatkan buku itu selama liburan sekolah.. mungkin krn faktor usia sy lbh tertarik dng proses pembentukan intelektualitas Bung Karno", cetus Anis."

Ada kemungkinan voa-islam ingin membuktikan bahwa pks telah sekuler.dengan kata2 anis matta ini. Karena anis matta menyatakan bahwa semasa muda pernah terkesan dengan soekarno dan ideologinya. Jadi karena seorang presiden partai waktu kecil pernah baca buku soekarno maka partai yang dipimpinnya saat dewasa otomatis adalah partai sekuler. Lucu memang. Ditambah bahwa disaat kuliah anis matta sudah melahap buku2 tarbiyah karangan sayyid qutb,.sayyid hawwa, hasan al banna, dan lainnya yg justru sangat islami dan menjadi landasan pks sampai saat ini. Maka sampai sekarang, TAK ADA BUKTI bahwa pks sudah berubah menjadi partai sekuler.

Terakhir, voa-islam menyusupkan kalimat menjijikkan seperti ini:

" Sementara itu, partai-partai Islam justru

menjadi partai yang tidak jelas “ kelaminnya”. Apakah ia merupakan partai Islam atau partai

sekuler, atau mungkin menjadi partai "bukan-bukan"."

Setelah gagal membuktikan bahwa pks sudah mulai berubah sekuler dan tak ada pembuktian serupa untuk partai islam yang lainnya, voa-islam malah ngotot bahwa partai2 islam tidak serius membawa identitas keislamannya dan malah condong sekuler. Dimana sebelumnya voa-islam menyatakan bahwa pdip lebih tegas sikapnya dalam menegaskan ideologi soekarnoismenya:

"Sebaliknya, Megawati berani menegaskan jati

diri PDIP sebagai partai ideologis,.....".

Jadi karena partai islam tidak terlalu tegas keislamannya berarti lebih buruk daripada partai yang jelas2 sekuler? Ya akhiii bagaimanapun pdip adalah partai sekuler..... Saudara2 kita yg berada di partai islam jauh lebih baik karena mereka masih bangga dengan identitas partai islamnya. Dan voa-islam pun belum bisa membuktikan bahwa partai islam sudah berubah sekuler. Maka jika tak ada bukti, janganlah voa-islam menggambarkan bahwa partai islam lebih buruk daripada partai sekuler hanya berdasarkan pembuktian2 lemah seperti di artikel yang kita bahas tadi.

Sebelum saya tutup, saya jelaskan mengapa saya menuliskan bantahan saya ini dengan pembahasan runtut dan agak bertele2 dan tidak singkat atau to the point. Karena berdasarkan pengalaman saya, kelompok2 semacam voa-islam biasanya anti-kritik. Kritik yg mempunyai kelemahan sekecil apapun akan dicerca habis-habisan. Ya contohnya pks tadi. Bayangkan, cuma silaturrahim aja divonis sekuler! Astaghfirullah....

Saya pun punya perkiraan motif mengapa voa-islam menuliskan artikel semacam tadi. Akan saya bahas secara terpisah. Terima kasih.

-Um Durman, Khartoum, Sudan-

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x