Mohon tunggu...
Syarifah Aini
Syarifah Aini Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWA

"Tugas kita bukanlah untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba, itulah kita menemukan kesempatan untuk berhasil" -buyahamka-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Perempuan Keumala Karya Endang Moerdopo (Resensi Novel)

28 Juni 2022   04:05 Diperbarui: 28 Juni 2022   04:06 74 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Identitas Novel
Judul       : Perempuan Keumala
Penulis    : Endang Moerdopo
Tebal      : 350 halaman
Penerbit  : PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Cetakan  : I, 2008

Sinopsis Novel

Novel ini bercerita tentang sosok  pejuang perempuan bernama Keumala Hayati. Silsilah Keumalahayati  dalam  novel diceritakan bahwa Keumalahayati ialah seorang putri dari Laksamana  Aceh  yang  terkenal,  yang  berjasa  untuk nanggroe  Aceh  pada  saat  itu. Ayah  Keumalahayati  bernama  Laksamana  Mahmud  Syah.  

Kakek  dari garis  keturunan  ayahnya  juga  seorang  laksamana.  Nama  kakeknya  adalah  Muhammad  SaidSyah,  ialah putra dari Sultan Salahuddin Syah  yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan  Salahuddin  Syah  sendiri  merupakan  anak  dari pendiri  Kerajaan  Aceh  Darussalam,yaitu  Sultan  Ibrahim  Ali  Mughayat  Syah   yang  memerintah  pada  tahun  1513-1530  M.

Pendidikan Keumalahayati Berdasarkan  cerita  dalam  novel ini yakni,  dari  kecil  Malahayati  dibesarkan  dalam  lingkungan agama Islam. 

Keumala menempuh pendidikan nonformalnya, seperti mengaji dibale(surau) kampungnya    untuk    mempelajari    hukum-hukum   Islam    sebagai    agama    yang    sangat diyakininya.  

Selain  itu,  Keumala  juga  menempuh  pendidikan  formalnya  di  Kuta  Raja  di Akademi   Militer   Makhad   Baitul   Maqdis   dengan   memilih   jurusan   kemiliteran   laut.  

Dalam  novel Karya Endang Moerdopo ini Keumalahayati  diceritakan sebagai   seorang perempuan yang berpangkat laksamana,

Berikut ini kutipannya. ‘Menjadi  mimpinya  berlarut-larut  setiap  hari  untuk  dapat  tumbuh  besar  di  sini  danmenjadi  ceracaunya  setiap  masa  untuk  bisa  menimba  ilmu  di  tempat  ini.  Jiwa baharinya  sudah  tumbuh  begitu  luas  dalam  darahnya,  roh  keberaniaanya  hidup dengan   suburnya   dalam   napas   keturunan   tuan   ini,   duhai   Tuanku   Ahli...   ”

Serta Sejarah juga mencatat bahwa Keumala  pernah menjadi Komandan Protokol Kerajaan Darud Donya. Setelah itu Keumala hayati juga sebagai Panglima  Pasukan  Inong  Balee.  Dimana  pasukan ini yang  terdiri  dari  wanita-wanita  janda  yang  ditinggal mati  suaminya  di  Perang  Teluk  Haru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan