Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 44 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

4 Pelajaran Penting dari Taman Bacaan

20 September 2023   08:03 Diperbarui: 20 September 2023   08:23 79
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Ngapain di taman bacaan? Itu pertanyaan penting yang harus dijawab pengelola taman bacaan. Anak-anak membaca buku lalu ditinggal atau membiarkan orang-orang datang ke taman bacaan lalu terserah mereka mau ngapain? Sesederhana itukah?

Sama sekali nggak begitu di TBM Lentera Pustaka. Sebelum memulai aktivitas, saya selalu memimpin untuk melantunkan "sholawatan massal - Thibbil Qulubi", memotivasi dan memberi tahu agenda taman bacaan 1-2 bulan ke depan. Setelah itu, wali baca dan relawan menjalani aktivitas bersama anak-anak di kebun baca TBM Lentera Pustaka. Senam literasi, membaca buku, bermain games atau berkreasi apapun untuk membimbing dan menyenangkan anak-anak.

Agak prinsip sih, bahwa taman bacaan bukan hanya "tempat membaca buku" apalagi cuma gudang buku. Tapi tempat untuk membangun karakter dan interaksi sosial anak-anak dan semua orang yang ada di dalamnya. Karena tujuan besar membaca buku bukanlah pengetahuan. Tapi perbuatan dan akhlak. Harus bisa dan mau lebih baik dari sebelumnya. Model "TBM Edutainment" yang diusung TBM Lentera Pustaka, mewajibkan taman bacaan ada edukasi dan entertainment. Bukan hanya membaca buku.

Buat saya, taman bacaan itu bukan idealisme atau panggung popularitas. TBM adalah jalan hidup dan ladang amal buat siapa saja. Asal punya komitmen dan konsisten dalam mengelolanya. Karena di TBM Lentera Pustaka, saya selalu diingatkan dan mendapat pelajaran penting akan empat hal:

1.    Disuruh memperbaiki niat dan amal soleh bila mau diperbaiki keadaan kita.

2.    Disuruh berbuat baik untuk orang lain agar kita mendapat kebaikan dari arah yang nggak disangka-sangka.

3.    Disuruh menyenangkan orang lain agar dimudahkan rezeki melalui berbagai cara.

4.    Disuruh memberi, karena saat memberi kita akan menerima tanpa meminta sekalipun.

Jadi di taman bacaan. Siapapun bukan jadi "banyak tahu" tentang banyak hal dari buku. Tapi "banyak berbuat" tentang sedikit hal dari aksi nyata. Buku bukan untuk pengetahuan tapi perbuatan dan akhlak.

Ngapain di taman bacaan? Seperti itulah yang ada di taman bacaan. Salam literasi #TamanBacaan #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun