Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Sekalipun Tetap Nongkrong di Kafe, Ini Cara Milenial Siapkan Program Pensiun

1 Juli 2022   20:54 Diperbarui: 2 Juli 2022   08:30 641 11 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi menyiapkan dana pensiun. Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Survei internal Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) tahun 2020 menyebut 86% generasi milenial tidak punya program pensiun. 

Milenial dianggap kurang peduli terhadap persiapan masa pensiun. Sebabnya, mungkin karena generasi milenial merasa waktu pensiun masih lama atau terjerat gaya hidup konsumtif.  

Harus diakui, milenial memang generasi yang energik. Generasi yang "gila kerja". Selain kreatif, generasi milenial dikenal pekerja keras dan gandrung gaya hidup karena berada di masa keemasan. 

Sepulang kerja, nongkrong di sentra-sentra komunitas modern. Hingga terjebak pada rutinitas kerja dan perilaku konsumtif. Tapi sayangnya, sebagian besar milenial lalai atau lupa dalam mempersiapkan masa pensiun.

Generasi milenial patut diberi tahu. Bahwa 7 dari 10 pensiunan di Indonesia pada akhirnya mengalami masalah keuangan di masa pensiun. Tidak sedikit pensiunan yang bergantung kepada anak-anaknya. 

Akibat tidak adanya dana yang cukup untuk hari tua. Karena itu, masa pensiun bukan soal usia tapi soal keadaan. Mau seperti apa di masa pensiun? Sejatinya, pensiun soal ketersediaan dana untuk membiayai hidup di masa tidak bekerja lagi.

Untuk itu, generasi milenial harus muali mengubah niat baik jadi aksi nyata untuk masa pensiunnya sendiri. 

Ikhtiar yang dapat dilakukan milenial terkait masa pensiun, antara lain: 

1) mulai menargetkan usia pensiun hingga berapa lama untuk bekerja untuk mencapai kebebasan finansial?,

2) menyesuaikan tingkat gaya hidup dan kebutuhan yang diperlukan di masa pensiun saat tidak bekerja lagi, seperti KPR, mobil atau belanja online, 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan