Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gelorakan Semangat Baca, Kampung Literasi Sukaluyu Gelar Workshop Puisi Anak

19 September 2021   22:32 Diperbarui: 19 September 2021   22:51 127 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Sebagai upaya menggelorakan semangat membaca buku di kalangan anak-anak, Kampung Literasi Sukaluyu menggelar "Workshop Puisi Gerakan Literasi 2021" di TBM Lentera Pustaka Bogor (19/09.2021). Diikuti 80 anak pembaca aktif taman bacan dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya), workshop puisi menjadi ajang pembuka lomba baca puisi bermusik anak-anak sebagai rangkaian program kampung literasi.

Workhsop puisi bertujuan untuk membangun kesadaran literasi budaya kewargaan, di samping menjadi sarana ekspresi dan kreativitas seni budaya anak-anak kampung. Puisi pun dinilai mampu menjadi media pembentukan karaktera anak, baik secara religius, sosial humaniora, maupun edukatif.  Workshop disampaikan langsung oleh Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yag sekalius pegiat literasi. Selain memberikan edukasi tentang ada dan bagaimana puisi, Syarif juga membacakan tiga buah puisi karya KH. A. Musthofa Bisri berjudul Kalau Kau Sibuk Kalau Kau Sempat, Orang kecil Orang Besar, dan Ibu. Simak di video berikut

Dalam penjelasannya, Syarif menyatakan semangat membaca buku dan gerakan literasi di kalangan anak-anak harus terus dijaga. Caranya bisa dilakukan dengan menjadikan taman bacaan sebagai sentra membaca dan kreativitas anak. Salah satunya dapat dikembangkan dengan aktivitas literasi budaya melalui puisi. Karena puisi pun bisa jadi alat pembentukan karakter anak yang positif dan energik.

"Puisi adalah bahasa hati. Semakin dini diajarkan ke anak-anak maka akan lahir generasi penerus bangsa yang memiliki hati dan berkarakter kokoh. Taman bacaan pun mengambil peran literasi budaya melalui puisi. Agar anak-anak pun dapat mengenal jati dirinya" ujar Syarifudin Yunus dalam pemaparannya..

Workshop puisi yang digelar sebagai rangkaian program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi oleh Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM bertekad menggelorakan semangat membaca buku anak-anak. Di samping meningkatkan kecakapan literasi yang berbasis kawasan dan inklusi sosial. TBM Lentera Pustaka Bogor merupakan 1 dari 30 TBM di Indonesia yang terpilih menggelar program kampung literasi tahun 2021.

Sebagai keluaran dari workshop ini, anak-anak pembaca aktif peserta workshop pun akan mengikuti Lomba Baca Puisi Bermusik yang digelar pada 10 Oktober 2021 di Bogor. Sebagai Langkah konkret dalam melatih anak-anak untuk menyampaikan isi hati dengan santun dan beretika, khususnya melalui puisi. Karena semakin dekat dengan puisi, anak-anak pun dapat mengasah budi pekerti. Sehingga tidak mudah tergoyahkan dengan era digital atu teknologi yang salah pakai. . Salam literasi #TamanBacaan #WorkshopPuisi #TBMLenteraPustaka #KampungLiterasiSukaluyu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan