Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Apa Kabar Gerakan Literasi Sekolah?

27 Agustus 2021   13:19 Diperbarui: 27 Agustus 2021   13:36 130 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Apa Kabar Gerakan Literasi Sekolah?
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Di tengah serbuan gawai dan tontonan TV yang kian tidak mendidik, mau tidak mau, gerakan literasi harus terus didengungkan.  Karena itu, semua pihak harus terlibat dan peduli terhadap persoalan literasi di Indonesia. Agar anak-anak dan generasi milenial tidka terbuai dengan gawai atau tontonan. Lalu "pergi menjauh" meninggalkan buku bacaan.

Hari ini, literasi tidak lagi hanya dilihat dari sekadar urusan membaca dan menulis. Tapi literasi pun bertumpu pada kemampuan seseorang dalam berbahasa dan berkomunikasi. 

Selain pesannya dapat dengan jelas disajikan, literasi pun "memaksa" siapa pun untuk lebih berani memahami realitas. Tenteng perbendan, tentang pilihan politik, tentang cara menggunakan media sosial, termasuk tentang digitalisasi pun butuh literasi.

Terjadinya hoaks, ujaran kebencian, fitnah, atau bahkan memotong berita utuh menjadi berita sepenggal adalah contoh nyata persoalan literasi. Maka penting, untuk menggaungkan gerakan literasi di manapun, kepada siapa pun, melalui cara apapun 

Nah salah satu cara menggariahkan aktivitas "Gerakan Literasi Sekolah (GLS)" yang telah ada. Sebagai gerakan yang tidak terbatas hanya untuk menumbuhkan minat baca siswa. 

Tapi lebih dari itu, untuk menanamkan karakter dan budi pekerti siswa yang lebih baik, yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman dan peradaban. Hal ini pula yang dilakukan gerakan literasi melalui taman bacaan masyarakat, seperti yang dilakukan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.

 Dalam konteks itu, Syarifudin Yunus selaku Pendiri TBM Lentera Pustaka, menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam membangung gerakan literasi di Indonesia. 

Selain taman bacaan, gerakan literasi sekolah (GLS) pun memiliki peran besar untuk membentuk masyarakat yang literat, khususnya di kalangan siswa-siswa. Untuk itu, setidaknya ada 10 resep membudayakan gerakan literasi di sekolah, antara lain:

1. Membiasakan siswa membaca 10-15 menit sebelum kegiatan belajar dilakukan.

2. Menyediakan waktu siswa untuk "berbagi cerita 1 karakter baik" dari buku bacaan yang dibacanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan