Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 31 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bcaaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kenapa Kamu Harus Berdiri Tegak?

9 Maret 2021   09:29 Diperbarui: 9 Maret 2021   09:53 96 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenapa Kamu Harus Berdiri Tegak?
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Kata ilmu kesehatan "berdiri tegak lebih sehat daripada membungkuk".

Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Justru saat berdiri tegak, imunitas menjadi lebih kuat lebih tangguh. Sementara yang membungkuk alias ketakutan dan hanya berkeluh-kesah, bisa jadi imunitas jadi drop. Sehingga mudah sakit, rentan tertular virus. Jadi, tetaplah berdiri tegak dalam kondisi apapun.

Berdiri tegak adalah simbol dari kuat atau kekuatan. Apalagi bila dikaitkan dengan ujian, tantangan dalam hidup. Ditimpa penderitaan dalam perjuangannya. Karena tidak semua orang bisa tetap kuat di saat kehidupan goyah. Di luar sana, berapa banyak orang yang memilih jalan pintas karena tidak kuat? Atau memilih jalan keliru untuk keluar dari ujian hidup? Setiap hari hanya omong kosong, berkeluh-kesah, merasa nestapa. Hingga menebar kebencian, bergosip, atau mengintip lahu orang lain, Sementara dirinya tidak melakukan apapun, kecuali hal yang sia-sia. Manusia yang gagal berdiri tegak.

Berjuang di taman bacaan, di gerakan literasi pun harus berdiri tegak. Sebuah sikap untuk tetap kuat dalam ber-literasi. Mampu bertahan di tengah tantangan dan ujiannya. Karena taman bacaan, memang "jalan sunyi" yang tidak dipedulikan banyak orang. Atau banyak orang tidak mengerti. Maka siapa pun yang berjuang di taman bacaan harus tetap berdiri tegak. Untuk berjalan lebih tangguh di tengah kesulitan yang dihadapi gerakan literasi. 

Kenapa kamu harus berdiri tegak? Ya, berdiri tegak. Bisa diartikan mampu bertahan, tidak mudah goyah. Sikap itulah yang harus ada pada setiap orang. Apalagi bila percaya Allah SWT, berpijak pada koridor agama. Sehingga saat harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Tetap tangguh menjalaninya. The show must go on. Di tengah ketidak-pedulian, di tengah kesibukan pada diri sendiri. Maka perbuatan baik di taman bacaan hanya punya satu pilihan. Yaitu, tetap berdiri tegak.

Maka ada benarnya kata orang bijak. Jangan berdoa untuk hidup yang mudah. Tapi berdoalah untuk menjadi orang yang lebih kuat dalam segala keadaan. Tetap mampu berdiri tegak di segala cuaca. Karena sejatinya, kekuatan tidak datang dari kemenangan. Tapi dari konsistensi sebuah perjuangan. Untuk tidak menyerah ketika kesulitan menghadang. 

Di dunia yang sementara ini. Saat ada dua orang berdiri di tanah yang sama. Hanya ada dua kemungkinan. Satu, bertengkar dan berpencar hingga jadi pecundang tepar. Atau kedua, tetap bertindak dan berdiri tegak hingga jadi pemenang berjejak.

Jadi, tetaplah berdiri tegak. Seperti batu karang, yang tiap hari dipukuli ombak. Bukan hanya tetap berdiri tegak, batu karang bahkan mampu menentramkan amarah ombak dan gelombang yang hendak menghempasnya. 

Berdiri tegak, tetap kokph dan tumbuh dalam menebar perbuatan baik. Sekalipun berada di tempat yang tidak menyenangkan sekalipun. Salam literasi #KampanyeLiterasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

VIDEO PILIHAN