Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Konsultan di DSS Consulting & Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK, Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 30 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

62,5% Generasi Milenial Ingin Beli DPLK Secara Online

16 Januari 2020   06:35 Diperbarui: 16 Januari 2020   06:33 72 4 3 Mohon Tunggu...
62,5% Generasi Milenial Ingin Beli DPLK Secara Online
Dok. DPLK

Sekarang zamannya online, kerja saja bisa di mana saja. Apalagi beli DPLK mendingan online.

Masa pensiun memang penting. Tapi cara beli pun juga penting. 

Survei Asosiasi DPLK (Desember 2019) menyebutkan 62,5% generasi milenial di Indonesia lebih suka membeli DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) secara online. Tidak lagi secara manual atau tatap muka. 

Apa artinya? Ini berarti kemudahan akses untuk membeli program DPLK di kalangan milenial sangat penting. Selain pengetahuan akan pentingnya DPLK tentunya. 

Ketika kemudahan akses membeli DPLK belum optimal. Konsekuensinya, generasi milenila lebih suka menghabiskan uangnya untuk gaya hidup, konsumerisme, dan traveling.

Bila generasi milenial berada di usia 17 hingga 38 tahun. Maka setidaknya, menurut data BPS per tahun 2018, saat ini ada sekitar 63,6 juta generasi milenial. Atau mencapai 24% dari total populasi di Indonesai. Itu berari, ada sekitar 39 juta generasi milenial yang menginginkan pembelian program DPLK secara online.

Adalah konsekuensi di era digital. Teknologi informasi dan kemudahan akses secara online begitu penting. Akses digital sepertinya telah menjadi kebutuhan primer.

Selain jadi sebab kenyamanan dalam memgambil keputusan untuk masa pensiun. Sebagai generasi digital, kaum milenial pun begitu gandrung dengan teknologi online.

Kenapa online? Karena dengan fasilitas online, generasi milenial dianggap punya kebebasan untuk memilih. Lebih bebas, lebih mudah mengambil keputusan. Generasi milenial menggunakan jaringan selama 24 jam setiap harinya. Tanpa dibatasi pintu yang ditutup ketika malam hari.  Mereka lebih nyaman berinteraksi di ruang online. Termasuk dalam membeli dan memilih program DPLK sekalipun.

Seperti generasi lainnya, kaum milenial pun tidak ingin hidup sengsara di masa depan, di hari tua. Ingin hidup layak dan sejahtera di masa pensiun. Semua orang ingin gaya hidupnya tetap terpelihara sekalipun sudah tidak bekerja lagi. 

Dan semua orang, ingin punya standar hidup yang lebih baik di masa pensiun. Namun, kemudahan akses untuk memiliki program pensiun belum sepenuhnya bisa diperoleh mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN