Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 31 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bcaaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Quick Count dan Menyikapi Hasil Pilpres 2019

17 April 2019   18:14 Diperbarui: 17 April 2019   18:37 584 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Quick Count dan Menyikapi Hasil Pilpres 2019
Dokumentasi pribadi

Pilpres dan pileg 2019 di Indonesia sudah digelar. Secara umum berjalan lancar, aman, dan damai. Bahkan bolehlah dibilang berlangsung "jurdil" walau tentu masih ada kekurangan. Maklum, karena menggelar pemilu di Indonesia tidak mudah. Bahkan saya menyebutnya tergolong rumit. Bayangkan saja, ketika kita berada di bilik suara. 

Kita harus mencoblos 5 surat suara (Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD I, dan DPRD II). Apalagi kertasnya lebar-lebar. Ditambah dengan jumlah pemilih yang mencapai 192 juta jiwa untuk mencoblos banyak gambar sama sekali tidak mudah. Sungguh untuk urusan ini, kita patut bersyukur dan pantas diapresiasi. Pemilu 2019 aman dan lancar.

Nah, justru yang saya ingin tanggapi terkait Pilpres dan Pileg 2019 adaalah soal quick count dan cara menyikapi hasil pilpres 2019. Di tengah-tengah proses penghitungan suara dan di media TV, kini pun telah beredar hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei. Dan apapun hasilnya, sangat dibutuhkan cara menyikapi hasil pilpres 2019 secara objektif dan realistis.

1. Quick Count Pilpres 2019
Dari berbagai lembaga survei yang melakukan hitung cepat, hingga saat ini berada diperoleh hasil Paslon 01 (Jokowi-Amin) berada di 55% dan Paslon 02 (Prabowo-Sandi di 45%. Maka selisih suara di pilpres 2019 ini mencapai sekitar 10%, di mana paslon 01 lebih unggul dari paslon 02. 

Angka ini agak berubah jika dibandingkan hasil pilpres 2014, yang saat itu selisih suara mencapai 5%. Tentu, quick count bukanlah hasil resmi. Tapi sebagai sebuah metode ilmiah di era digital tentu bisa menjadi acuan untuk mengetahui hasil pilpres dan pileg 2019 ini.

Satu hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dari quick count adalah potret masyarakat Indonesia dalam mengikuti proses piplres dan pileg di tahun 2019 ini. 

Panasnya suhu kontestasi sebelum pencoblosan dan selama masa kampanye pada akhirnya quick count memberikan gambaran tentang 1) realitas aspirasi dan peta politik di Indonesia, 2) adanya dinamika demokrasi yang makin dewasa pada masyarakat Indonesia, dan 3) harapan masyarakat Indonesia terhadap sosok pemimpinnya bertumpu seperti hasil quick count. 

Itu berarti, membantah hiruk-pikuk kontestasi pilpres yang penuh ujaran kebencian, hujatan, hoaks, dan fitnah selama ini. Qiuck count pilpres 2019 adalah realtas politik Indonesia hari ini, tentu bukan yang kemarin atau untuk esok. Maka, tidak perlu buru-buru menolak quick count ataupun cepat-cepat merayakan hasilnya.

2. Menyikapi Hasil Pilpres 2019
Tentu, kita tidak boleh terburu-buru untuk mengklaim kemenangan hanya melalui hasil quick count. Dan di saat yang sama pun, kita tidak boleh menyatakan telah terjadi kecurangan di pilpres 2019. Karena hasil yang resmi hanya ada di tangan KPU melalui perhitungan suara manual, yang harus ditunggu hasilnya.

Maka cara menyikapi hasil pilres 2019 yang paling penting adalah berjiwa besar untuk menerima hasil  resmi pilpres 2019 yang diumumkan KPU nantinya. Jiwa besar untuk 1) paslon yang menang agar kembali merangkul persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa yang sempat terkoyak akibat kontestasi sebelumnya, di samping komitmen menjalankan amanah rakyat agar bangsa Indonesia lebih adil, makmur, dan sejahtera 2) paslon yang kalah agar menerima hasil pilpres yang memakan biaya besar ini sebagai realitas politik sehingga tercipta suasana yang kondusif. Bila ada kekurangan, silakan diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku. Tanpa perlu melakukan provokasi yang berlebihan sehingga membuat ketidaknyamanan kita semua.

Pilpres dan Pileg 2019 di Indonesia telah usai diselenggarakaan. Sangat baik, bila tiap kontestan dan pendukunganya bersiap menerima apa pun hasil pemilu yang digelar hari ini. Sebagai bangsa, kita hanya butuh "sikap jiwa besar" untuk menerima realitas politik yang terjadi di Indonesia. Karena pada akhirnya, rakyat-lah yang memutuskan siapa yang paling pantas menjadi presiden, wakil presiden, dan wakil rakyat di bumi nusantara ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x