Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 31 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bcaaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Beasiswa S3 dari Kampus, Terima Kasih Unindra

9 Maret 2019   09:39 Diperbarui: 9 Maret 2019   16:07 238 1 1 Mohon Tunggu...

Matur Nuwun, Unindra

Matur nuwun Unindra, mungkin judul ini agak klise. Atau bisa jadi terlalu hiperbola.

Tapi satu hal yang pasti, ada banyak cara untuk mengekspresikan ucapan terima kasih. Tidak terkecuali saya. Untuk menyatakan rasa terima kasih kepada Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) sebagai kampus home base tempat saya mengabdi lebih dari 24 tahun di perguruan tinggi.

Karena hanya ini yang bisa dilakukan. Tulisan tentang ucapan terima kasih.

Karena saya hanya bisa menulis. Dan tidak bisa yang lainnya. Tidak bisa berpolitik, tidak pula mampu berkongko ria. Termasuk tidak mampu ngomongin orang lain. Saya bisa menulis saja. Itu sudah cukup. Dan untuk ber-ekspresi, siapapun dan tentang apapun. Tentu tiap orang berbeda. Bahkan semuanya boleh. Asal kita paham, ada manfaatnya atau tidak.

Saya memilih untuk menulis tentang "Matur Nuwun, Unindra". Bukan memilih capres atau caleg yang lagi ramai dibicarakan orang banyak. Matur nuwun Unindra. Hanya ucapan sederhana tapi tulus. Kepada Universitas Indraprasta PGRI, kampus tempat saya mengabdi sebagai dosen selama lebih dari 24 tahun. Bahkan tepatnya Agustus 2019 nanti, pengabdian saya genap 25 tahun.  Seperempat abad lamanya, sebuah perjalanan spesial sebagai simbol loyalitas dan dedikasi yang tidak perlu dipertanyakan lagi.

Matur nuwun, Unindra. Boleh diartikan, terima kasih Unindra. Begitu kira-kira maknanya.

Hatur nuhun bila dalam bahasa Sunda, matur sukseme dalam bahasa Bali. Atau muliate dalam bahasa Batak. Danke Unindra, Arigato Unindra, Xie Xie Unindra, Shukriya Unindra atau Thank you Unindra. Semua bahasa itu berbeda. Tapi maknanya sama, ekspresi ungkapan "terima kasih". Tidak lebih, tidak kurang. Hanya "terima kasih". Sekali lagi, terima kasih.

Kenapa harus berterima kasih?

Agak sulit saya menjawabnya. Bahkan ini bisa jadi momentum kali pertama, saya menuliskan ucapan terima kasih secara khusus untuk Unindra. Kampus yang memiliki "sejarah khusus", kebetulan secara "di luar lingkaran" saya sangat mengikuti proses "metamorfosis-nya" sejak tahun 1994 ketika masih bernama STKIP PGRI Jakarta, saat pertama kali saya mengabdi.

Matur nuwun Unindra. Ini hanya cara berucap terima kasih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN