Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan & Penulis

Konsultan di DSS Consulting, Pengajar Pendidikan Bahasa Indonesia & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 25 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Aksi Nyata Mahasiswa Unindra Memotivasi Baca Anak TBM Lentera Pustaka

16 Desember 2018   15:57 Diperbarui: 16 Desember 2018   16:01 0 0 0 Mohon Tunggu...
Aksi Nyata Mahasiswa Unindra Memotivasi Baca Anak TBM Lentera Pustaka
Arsip Pribadi Kegiatan

Era digital telah menyebabkan sebagian besar orang "menjauh" dari bacaan, dari buku. Maka kini saatnya membangun kepedulian untuk menghidupkan kembali kebiasaan membaca di kalangan anak-anak usia sekolah. 

Jangan sampai anak-anak jauh dari buku. Apalagi di tengah gempuran era digital dan gadget yang kian tidak terkontrol. Adalah tanggung jawab semua pihak, untuk mengabdi dan memotivasi anak-anak untuk tetap membaca. Bagian dari tradisi baca dan budaya literasi yang harus ditegakkan.

Lalu, apa yang bisa diperbuat?

Ini saatnya kaum muda dan mahasiswa berkiprah nyata untuk masyarakat. Mahasiswa harus peduli terhadap anak-anak yang tetap memelihara kebiasaan baca di rumah, di taman bacaan. Hal inilah yang dilakukan sekolompok mahasiswa semester V Pendidikan Bahasa Indonesia Unindra yang hari ini "terjun langsung" mengisi event bulanan TBM Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu Kaki Gn. Salak Bogor pada Minggu, 16 Desember 2018. 

Mahasiswa yang terdiri dari Wulan-Nissa-Syahrian-Vita-Farid bercerita dan bermain games bersama anak-anak TBM Lentera Pustaka. Mereka momotivasi anak-anak akan pentingnya belajar dan sekolah.

"Mahasiswa yang ke sini sudah melakukan aksi nyata untuk memotivasi anak-anak TBM agar tetap membaca. Sikap peduli dan aksi nyata inilah yang diperlukan anak muda dan mahasiswa hari ini. Bukan hanya pandai bicara tapi mau terjun langsung ke masyarakat" ujar Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka yang menyambut para mahasiswa di taman bacaan masyarakat yang dikenal kreatif dan inovatif ini.

Para mahasiswa pengabdi sosial ini pun mengajarkan pentingnya anak-anak TBM Lentera Pustaka bermimpi. Karena dengan mimpi adal ikhtiar dan harapan. "Bermimpilah dalam hidup, tapi jangan hidup dalam mimpi" katanya.

Sebagai kaum intelektual, sudah saatnya mahasiswa mengabdikan diri untuk masyarakat; menjadikan masyarakat lebih berdaya. Bukan hanya menjadi cerminan tri dharma perguruan tinggi untuk "pengabdian masyarakat". Tapi mereka akan lebih tahu persoalan sosial yang ada di lapangan.  Kontribusi mahasiswa di masyarakata sangat ditunggu di era sekarang ini. Jangan hanya "besar" di kampus dan berdiam diri untuk masyarakat tanpa mau berbuat.

Sungguh ironi, bila hari ini masih ada mahasiswa yang melakukan kegiatan yang kontra-produktif. Nongkrong, ber-medsos ria, atau kegiatan yang tidak berguna. Sungguh, Indonesia hari ini sangat membutuhkan peran aktif mahasiswa dan kaum muda sebagai agen perubahan masyarakat. Tentu, untuk kehidupan yang lebih baik yang lebih positif.

Event bulanan TBM Lentera Pustaka kali ini pun menyajikan "Edukasi Literasi Finansial Anak" tentang "Jajan atau Nabung?" yang disponsori oleh Asuransi Jiwa Tugu Mandiri sebagai sponsor utama TBM Lentera Pustaka tahun 2019. Edukasi literasi finansial disajikan langsung oleh Syarifudin Yunus, yang juga konsultan yang dekat dengan perencanaan keuangan masa depan dan masa pensiun.

Edukasi literasi finansial yang sederhana dipaparkan di sini. Bahwa anak-anak TBM Lentera Pustaka harus tahu fungsi uang dan mau menghargai uang. Maka gunakanlah uang untuk membeli sesuatu yang menjadi kebutuhan (needs) bukan berdasarkan keinginan (wants).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2