Syarif Yunus
Syarif Yunus Karyawan Swasta

Pekerja & Pemerhati Pendidikan Bahasa. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 17 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis", dan buku "Bahasa di Panggung Politik; Antara Kasta dan Nista". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Susah Banget Jadi Orang Baik

14 Februari 2018   15:06 Diperbarui: 14 Februari 2018   15:14 548 1 0
Susah Banget Jadi Orang Baik
www.jagatngopi.com

Semalem, Bupati Subang Nyai Imas kena OTT. Makin banyak aja pejabat yang terciduk. Korupsi. Pertanyaannya sederhana, apakah Ibu Bupati itu orang baik?

Agak susah jawabnya. Biarlah Allah saja yang tahu tentang beliau yang terhormat. Intinya sih, memang susah jadi "orang baik" di zaman now. Tapi kalo cuma mau jadi bupati baik, gubernur baik, mahasiswa baik. Mungkin itu semua mudah. Bisa di-seting, bisa dikondisikan. Zaman now, suka keder antara jabatan baik, komentar baik atau orang baik?

Orang baik. Emang gak cukup cuma niat. Tapi harus punya sikap dan perilaku yang baik. Jabatan boleh tinggi, harta boleh seabrek, pengagum boleh banyak, pemilih juga jutaan. Tapi kalo orang yang punya jabatan, punya harta, punya pengagum dan pemilih, bukan "orang baik" terus mau gimana?

Manusia suka lupa.

Kita itu gak akan pernah tahu "hukum karma" itu bekerja. Sederhana lagi, kalo paham hukum karma itu bermula dari sebab dan berujung akibat. Pasti semua orang pengen jadi orang baik.

Jangankan sama agama. Sama manusia, negara dan alam saja diperintah untuk berbuat baik. Terus, kenapa harus ngeyel ya? Katanya kebaikan berbuah kebaikan. Sayang itu slogan hanya di bibir saja.

Zaman now, emang susah jadi orang baik.

Karena orang baik gak perlu korupsi kalo pengen ikut pilkada. Orang baik gak perlu pencitraan biar disebut orang baik. Bahkan orang baik itu gak perlu "bersatu" atas niat ingin "mengalahkan orang lain". 

Orang baik itu bukan orang yang lebih senang mempertontonkan kebencian atau perbedaan. Karena orang baik selalu bilang "kita punya banyak persamaan yang bisa menjadikan semua lebih baik." Dan orang baik, gak pernah melarang untuk berbeda jika tak mampu sama. Orang baik, tentu bukan orang tidak baik yang "berselimutkan" kebaikan.

Orang baik itu prinsipnya sederhana. Gak masalah banyak orang membencinya. Asal yang dia tetap lakukan yang baik. Gak masalah banyak orang gak suka dia. Asalkan si orang baik itu tidak mengusik kehidupan orang lain. Atau setidaknya tidak ikut menebar kejelekan dan caci maki, bahkan sumpah serapah.

Makin susah jadi orang baik.

Kalo gak sabar atas godaan. Kalo gak ikhlas atas jabatan. Kalo gak silau gaya hidup. Karena orang baik, gak harus tinggi di mata orang lain. Ia cukup sederhana dan bermanfaat buat orang lain.

Melihat apa yang ada di dalam. Lalu bebas menoleh ke luar. Untuk yang baik.

Orang baik. Bukan tentang apa yang dipikirkan mereka yang membencimu. Tapi tentang apa yang dianugerahi Allah yang menyayangimu." Berusahalah untuk tetap baik... insya Allah ciamikk.