Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan & Penulis

Konsultan di DSS Consulting, Pengajar Pendidikan Bahasa Indonesia & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 25 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kamu Itu 1 dari 4 Ciri Orang Indonesia yang Remehkan Masa Pensiun?

19 Maret 2016   10:08 Diperbarui: 19 Maret 2016   10:53 0 0 0 Mohon Tunggu...

Masih kerja ya ..? Keren dong. Sudah siap pensiun belum? Belum ya.

Kenapa? Masih enak kerja ya … syukurlah kalo begitu. Semoga lancar ya…

Terus mau sampai kapan kerja? Semoga gak sepanjang hayat ya …

 

Kamu tau gak? Semua pekerja pasti jadi pensiunan.

Siapapun kita bakal pensiun. Dan gak mungkin kerja melulu. Masa pensiun pasti tiba, masa di mana kita gak bisa bekerja lagi. Entah kapan masa itu akan datang? Tergantung kamu sendiri. Masa pensiun, karena tugas kamu sudah selesai.

[caption caption="Sumber: Pribadi - Jangan Remehkan Masa Pensiun"][/caption] 

Terus kalo udah pensiun mau ngapain?

Gak tau ahh, belum kepikir. Masih enak kerja kok. Mau nikmatin dulu masa produktif. Syukurlah kalo begitu…

 

Pantes ya kalo gitu. Banyak orang yang takut pensiun. Takut berhenti bekerja. Takut gak punya uang, takut gak ada kerjaan, post power syndrome. Memang, masa pensiun itu momok. Masa pensiun itu menyeramkan, menakutkan. Usia sudah tua, produktivitas menurun. Rambut penuh uban, bahkan rontok. Daya tahan tubuh pun mulai tergerus, cepat lelah. Kayak begitulah mereka yang berada di usia pensiun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4