Mohon tunggu...
syam surya
syam surya Mohon Tunggu... Berpikir Merdeka, Kata Sederhana, Langkah Nyata, Hidup Bermakna Bagi Sesama

Pengajar dan Peneliti ; Multidicipliner, Humaniora. Behaviour Economics , Digital intelligence

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Manajemen Kepompong 60+, Manajemen Pencegahan Covid-19 bagi Lansia di Era Pasca Covid (New Era)

5 Juni 2020   15:22 Diperbarui: 5 Juni 2020   15:17 40 0 0 Mohon Tunggu...

Pada awal 80-an, Faith mendeteksi perubahan besar cara orang menjalani kehidupan mereka. Penemuan Internet telah membuka peluang setiap orang mencari dan memesan layanan produk dan jasa dari rumah.  Sebuah era baru telah tiba, dan Faith Popcorn mengidentifikasinya, dan pada tahun 1981, dengan istilah "Cocooning," (Kepompong) yang tekenal dalam budaya populer .

Pada saat ini, pandemi covid 19, telah “memaksa“ semua orang untuk mengkarantina diri hidup nya bagai kepompong agar terhindar dari inveksi virs dan mengurangi laju penyebarannya.

Hidup bagai kepompong sudah dijalani mendekati 4 Bulan, dan kegiatan ekonomi untuk menunjang hidup harus dimulai, tidak punya pilihan, kita akan masuk ke era dimana kita harus siap hidup berdampingan dengan Covid 19.

Lalu bagaimana dengan kondisi orang tua kita, kakek nenek kita yang berdasarkan data menunujukan bahwa sejak pandemi Covid-19 merebak di Wuhan, China, merupakan kelompok paling rentan terinveksi covd 19 ?

Data World Health Organization, menunjukan bahwa angka kematian paling banyak terjadi pada penderita lansia (Di Indonesia 60 Tahun ke atas) , dengan persentase mencapai lebih dari 22% (sehatQ, 2020). Dan ini terjadi pada kisaran waktu dimana umumnya semua keluarga sudah mengkarantina diri, sehingga para orang tua “relatif cukup aman” karena kontak dengan orang luar dalam kondisi minimal.

Data BPS pada tahun 2019 persentase lansia di Indonesia mencapai 9,6% dari total penduduk atau sekitar 25,64 juta orang (BPS, 2019). Ini menunjukan bahwa menunjukan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah lansia yang tinggi,  dengan demikian pandemi Covid-19 merupakan sebuah ancaman yang nyata bagipara  Indonesia.

Hal ini terlihat dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (covid.go.id), per 20 Mei 2020. kelompok umur yang meninggal dunia paling tinggi di kelompok umur lebih dari 60 tahun (lansia), yaitu 44 persen, sedangkan kelompok umur 46-59 tahun sebanyak 40 persen, dan pada umur 31-45 tahun sebanyak 11,6 persen. (dikutip dari ANTARA, 4 Juni 2020).

Data kasus tersebut dimungkinak bertambah karena kondsi kesehatan Lansia di Indoensia, Hasil susenas Bulan Maret 2019 menunjukan, separuh lansia Indonesia (51,08%) mengalami keluhan kesehatan (BPS, 2019). Adapun angka kesakitan (morbidity rate) mencapai 26,20%, yang artinya 26 dari 100 lansia mengalami sakit. Dan dari data BPS hasil susenas 2019, menunjukan bahwa pola hdup lansia juga masih menunjukan pola hidup yang kurang sehat yaitu ; sebanyak 24,30% Lansia mempunyai kebiasaan merokok dan sebanyak 23,95% dari mereka adalah lansia dengan ekonomi lemah yaitu kelompok lansia dengan pengeluaran 40% terbawah (BPS, 2019).

Dengan kondisi tersebut di atas, maka walaupun sudah memasuki “New Normal”, bagi  orang tua, nenek dan kakek, para lansia “tidak ada pilihan”, mereka masih harus tetap hidup dalam kepompong, dengan tetap melaksanakan pola hidup sehat dan produktif.

Oleh karena itu beberapa langkah berikut yang disarikan dalam “Manajemen Kepompong 60+, direkomendasaikan sebagai cara hidup sehat dan produktif bagi para orang tua, serta merekomendasikan peran keluarga, masyarakat dan pemerintah untuk melindungi para orang tua dari keterpaparan covid 19,  yang meliputi :

 Manajemen Pencegahan dan Perawatan Diri Sendiri (Self Control/Self Helling)

Ini adalah pedoman bagi para lansia yang dapat dilakukan oleh para lansia sendiri agar dirinya selalu terjaga kesehatannya, yaitu :

Jalankan protokol kesehatan dasar sesuai anjuran pemerintah dengan disiplin ;

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x