Mohon tunggu...
Syaiful Anwar
Syaiful Anwar Mohon Tunggu... Dosen - Dosen FEB Universitas Andalas Kampus Payakumbuh

Cara asik belajar ilmu ekonomi www.unand.ac.id- www.eb.unand.ac.id https://bio.link/institutquran

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

ILO: Ketidakpastian Pasar Tenaga Kerja akibat Perang dan AI

8 Juni 2024   02:08 Diperbarui: 8 Juni 2024   02:15 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Pasar kerja global terus mengalami dinamika yang kompleks dan penuh ketidakpastian. Selain isu-isu tradisional seperti konflik dan perang, tantangan baru muncul dari perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Organisasi Buruh Internasional (ILO) telah memperingatkan bahwa ketidakpastian di pasar kerja akan semakin meningkat akibat kombinasi faktor-faktor ini. 

Dampak Perang terhadap Pasar Kerja

  1. Penghancuran Infrastruktur dan Ekonomi

Perang menyebabkan kerusakan fisik yang luas pada infrastruktur, termasuk fasilitas produksi, transportasi, dan komunikasi. Kerusakan ini mengganggu kegiatan ekonomi dan mengakibatkan hilangnya lapangan kerja. Negara yang dilanda konflik sering kali menghadapi penurunan drastis dalam produksi dan produktivitas, yang pada akhirnya mempengaruhi pasar kerja secara negatif.

  1. Pengungsian dan Displacement

Konflik bersenjata sering menyebabkan pengungsian massal, baik internal maupun eksternal. Para pengungsi dan displaced persons seringkali kehilangan mata pencaharian mereka dan menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan di tempat yang baru. Pasar kerja di negara-negara yang menerima pengungsi juga bisa tertekan karena meningkatnya persaingan untuk pekerjaan.

  1. Ketidakstabilan Ekonomi dan Investasi

Ketidakpastian yang disebabkan oleh perang membuat lingkungan bisnis menjadi tidak stabil. Investor cenderung menghindari negara-negara yang sedang berkonflik, yang mengakibatkan penurunan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, ketidakstabilan politik dan ekonomi juga berdampak negatif pada kepercayaan konsumen dan pengeluaran, yang pada gilirannya mempengaruhi pasar kerja.

Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Pasar Kerja

  1. Automasi dan Penggantian Tenaga Kerja

Salah satu dampak utama dari teknologi AI adalah automasi proses pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Mesin dan algoritma AI mampu melakukan tugas-tugas rutin dan berulang dengan efisiensi tinggi, yang menyebabkan pengurangan kebutuhan akan tenaga kerja manusia di sektor-sektor tertentu. Pekerjaan di bidang manufaktur, layanan pelanggan, dan transportasi adalah beberapa yang paling rentan terhadap automasi.

  1. Transformasi Keterampilan dan Pekerjaan Baru

Meskipun AI menggantikan beberapa jenis pekerjaan, teknologi ini juga menciptakan pekerjaan baru yang memerlukan keterampilan yang berbeda. Permintaan akan keterampilan teknologi tinggi, seperti pemrograman, analisis data, dan manajemen sistem AI, meningkat pesat. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mereka dapat beradaptasi dengan tuntutan pasar kerja yang baru.

  1. Ketidaksetaraan dan Disparitas Pendapatan

Penerapan teknologi AI dapat memperburuk ketidaksetaraan pendapatan jika tidak dikelola dengan baik. Pekerja dengan keterampilan tinggi yang relevan dengan teknologi baru akan melihat peningkatan permintaan dan gaji mereka, sementara pekerja dengan keterampilan rendah mungkin mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan. Hal ini menciptakan disparitas pendapatan yang lebih besar dalam masyarakat.

Langkah-Langkah Mengatasi Tantangan Pasar Kerja

  1. Investasi dalam Pendidikan dan Pelatihan

Pemerintah dan sektor swasta perlu berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan ulang untuk tenaga kerja. Program-program yang fokus pada keterampilan digital, analisis data, dan manajemen teknologi akan membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan pasar kerja yang dipicu oleh AI. Selain itu, pendidikan harus mencakup keterampilan sosial dan kognitif yang sulit digantikan oleh mesin.

  1. Kebijakan Sosial dan Ekonomi yang Inklusif

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun