Syaifuddin Sayuti
Syaifuddin Sayuti Karyawan swasta

blogger, kepsek Kelas Blogger, admin Blogger Reporter Indonesia (BRID), traveller, dosen. email : udin.sayuti@gmail.com twitter : @syaifuddin1969 IG: @syaifuddin1969 FB: https://www.facebook.com/?q=#/udinsayuti69 Personal blog : http://syaifuddin.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Hari Pertama Ganjil Genap di Tol Cibubur

16 April 2018   09:02 Diperbarui: 16 April 2018   11:37 1953 7 2
Hari Pertama Ganjil Genap di Tol Cibubur
Suasana Pintu Tol Cibubur Pagi Tadi (foto dokpri)

Akhirnya kebijakan ganjil genap untuk kendaraan yang akan menuju tol Jagorawi sampai juga di kawasan saya tinggal di Cibubur. Sosialisasinya menurut saya cukup lah. Selain memanfaatkan media massa dan media baru, pihak kepolisian maupun pengelola tol dalam hal ini PT Jasa Marga untuk ruas Jagorawi (Jakarta Bogor Ciawi) sejak beberapa pekan terakhir gencar memberikan informasi mengenai uji coba kendaraan ganjil genap yang akan menuju Tol Jagorawi. Spanduk informasi dari Jasamarga dipasang dalam ukuran menyolok di sekitaran pintu Tol Cibubur baik yang menuju Cibubur ataupun menuju Jakarta.

Meski baru uji coba, antusiasme warga yang tinggal di kawasan Cibubur dan sekitarnya, seperti Cikeas, Kota Wisata, atau Cileungsi hingga Jonggol sudah terlihat sejak sebelum subuh. Saya sendiri hari ini, Senin (16/4/2018) memilih berangkat setelah subuh karena jarak rumah yang cukup dekat dari pintu Tol Cibubur. 

Namun dugaan saya salah, kira-kira 2 kilometer menjelang pintu tol, tepatnya di depan RS Melia Cibubur kemacetan tak terhindarkan. Kondisi yang tak biasa terjadi, karena biasanya kemacetan baru terasa di underpass Cibubur menuju pintu tol atau di sekitaran Mal Cibubur Junction. Volume kendaraan yang berlebih membuat jalan tak mampu menampung. Saya dan juga pengendara lain harus ekstra sabar untuk tiba di pintu tol sebelum jam 6 pagi.

Ya, saya memang sengaja berangkat lebih awal agar tetap bisa melalui Tol Cibubur karena kendaraan saya kebetulan berplat nomer ganjil, sementara hari ini adalah tanggal genap.

Karena arus kendaraan menuju underpass Cibubur macet luar biasa. Saya memutuskan mengambil jalan ke arah Cibubur Junction. Lumayan agak lancar. Mobil baru tersendat saat berada di depan Mal Cibubur Junction. Warga Cibubur seperti saya yang punya mobil ganjil berebut masuk lebih dulu ke arah pintu tol. Alhamdulillah lima menit sebelum pukul 06.00 WIB saya berhasil taping di Gardu Tol Otomatis.

Menyiasati ganjil genap
Kondisi jalan tol Jagorawi menuju Jakarta sendiri pagi ini saat saya lewati secara umum lebih padat dari biasanya. Mungkin banyak warga di kawasan Cibubur yang membuat antisipasi seperti saya. Bangun lebih awal dan berangkat lebih cepat. Kepadatan di jalan tol ini saya rasakan hingga ruas tol menuju Rawamangun. Biasanya kepadatan di hari Senin hanya sampai di tol Kebon Nanas saja, namun hari ini bertambah hingga ke Rawamangun. 

Kebijakan ganjil genap untuk mengatasi kemacetan tentunya disambut pro kontra masyarakat. Masyarakat sebagian merasa halnya dirampas peraturan, karena biasanya bebas berkendara di jam berapapun menuju kantor, kini harus menyesuaikan dengan ketentuan ganjil genap tanggal dengan nomer plat kendaraan.

Buat yang punya mobil lebih dari satu dengan plat mobil berbeda, mungkin kebijakan ini tidak akan berpengaruh. Namun bagi yang tak bisa mengelak dari kebijakan ini ada beberapa hal yang bisa saya sarankan.

Pertama, jika sangat terpaksa harus menggunakan mobil pribadi di tanggal berbeda dengan plat mobil kita, usahakan bangun lebih awal dan tiba lebih awal di pintu tol Cibubur. Ini sebenarnya berguna untuk semua pengendara di jalur tol lainnya. Untuk sekadar diketahui, jalan alternatif Cibubur tanpa kebijakan ganjil genap saja biasanya mulai padat sekitar pukul 05.30 WIB.

Dengan adanya kebijakan ini saya prediksi kepadatan akan berlangsung lebih awal. Jika ingin aman, sekitar pukul 05.00 WIB sudah ada di sekitar Cibubur. Sebab jika meleset barang setengah jam bakal terjebak macet luar biasa.

Kedua, gunakan kendaraan umum. Ada bus transjakarta dari kawasan Cibubur yang bisa digunakan di depan Mal Cibubur Junction. Untuk sampai ke halte ini butuh perhitungan waktu yang tepat, karena pagi hari biasanya sudah panjang antrian warga yang akan menggunakan bus Transjakarta. Oiya, Sejak beberapa hari lalu Bus Transjakarta kabarnya juga menambah armadanya di perumahan Kota Wisata mengantisipasi kebijakan ganjil genap. Kebijakan yang menurut saya cukup cerdik dari pengelola Transjakarta, meski dibayangi pemogokan salah satu jalur angkot Cileungsi-Cawang.

Ketiga, gunakan jalur alternatif ke arah Jakarta. Jika tinggal di sekitar Cibubur ada beberapa jalur alternatif nontol yang bisa dicoba. Namun pertimbangkan soal kemacetan akibat pengalihan kendaraan yang terkena ganjil genap. Rute yang bisa dipilih contohnya, lewat Arundina Cibubur menuju Jalan Raya Bogor. Kedua, masuk ke arah Jalan Radar Auri menuju Cimanggis. Pilihan lainnya melalui kawasan Cilangkap. Dari kawasan ini ada sejumlah jalur alternatif yang bisa dipilih. Atau gunakan rute ke arah Pondok Gede. Sampai di Jatiwarna bisa menuju Pondok Gede atau belok masuk ke Tol JORR.

Menyiasati ganjil genap jelas menurut saya memang bukan solusi yang tepat. Yang paling ditunggu warga Cibubur adalah lekas beroperasinya kereta ringan (Light Rail transit) atau LRT yang bakal sedikit memecahkan persoalan kepadatan lalu lintas di kawasan Cibubur menuju Jakarta.