Mohon tunggu...
Syahrul Chelsky
Syahrul Chelsky Mohon Tunggu... a fictional character and professional overthinker

Manusia setengah sadar. Mahasiswa Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris. Kadang-kadang suka menulis. Berdomisili di Kalimantan bagian Selatan.

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Mengabadikan Kebersamaan Seperti Tjiptadinata dan Roselina

14 Januari 2021   19:37 Diperbarui: 14 Januari 2021   19:49 51 19 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengabadikan Kebersamaan Seperti Tjiptadinata dan Roselina
dokumen tjiptadinata effendi

Sebuah ingatan kelak akan menguap. Potongan-potongan kejadian juga mungkin akan terlupakan atau menjadi samar. Menulis adalah jalan untuk bertemu dengan mereka kembali; memori, kejadian, perjuangan, suasana dan hal-hal lainnya.

Apa yang kita tulis di masa lalu merupakan oleh-oleh untuk masa depan. Tidak hanya untuk kita, kadang mereka juga ditemukan oleh orang lain.

Dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-56, pasangan senior nan romantis di Kompasiana, Tjiptadinata dan Roselina, mengajak para kompasianer untuk ikut abadi bersama mereka.

Ajakan yang tentunya cukup sulit untuk saya tolak. Kendati saya tengah berada dalam situasi banjir yang teramat parah, saya tetap berusaha memenuhi satu jatah tulisan khusus untuk sejoli yang biasa dikenal sebagai Opa dan Oma Tjip.

Rencananya, tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh para kompasianer akan dibukukan dan didistribusikan kepada seluruh kontributor. Dengan tema kesan ataupun kenangan tentang mereka berdua, saya pikir kompasianer sekalian tidak akan begitu kesulitan untuk mengembangkan tulisan mengingat sepak terjang keduanya di dunia per-kompasiana-an memang sudah terbilang sepuh.

Opa Tjiptadinata sudah mulai menulis di Kompasiana sejak 2012. Sementara Oma Roselina menyusul setahun setelahnya.

Selain rutin menyajikan tip-tip harian dan tulisan motivasi kehidupan yang menggugah, Opa Tjiptadinata juga kerap muncul di lapak kompasianer lain untuk memberi nilai atau sekadar menyapa.

Menjelang perayaan ulang tahun pernikahannya dengan Oma Roselina kemarin, Opa mengurai beberapa bagian tulisan tentang perjuangan mereka berdua dari titik terendah, menikah tanpa perayaan mewah, bulan madu yang tidak jauh-jauh, tinggal dekat hutan, terserang malaria, kisah perniagaan yang menyisakan rasa kagum sekaligus kasihan, hingga keduanya sampai ke titik sukses.

Jari-jarinya masih cukup enerjik dalam  menuturkan suka duka hidup. Bagaimana kekuatan dan keteguhan cinta tergambar dari ceritanya.

Wujud kemesraan juga terbaca pada tiap gurat tulisan Oma Roselina. Kata-kata yang dianggit olehnya adalah sudut pandang lain yang menyempurnakan bagian cerita Opa Tjiptadinata.

Dan sama seperti halnya sang suami, Oma Roselina juga cukup sering menyapa kompasianer lain di kolom komentar.

Di benak saya, Opa dan Oma tercatat sebagai orang-orang dengan konsistensi menulis yang tinggi. Dengan inspirasi yang terus mengalir dan eksekusi yang cepat.

Kekompakan dan kebersamaan mereka sangat saya kagumi. Bukan hanya sebagai pasangan suami istri, tetapi juga sebagai pasangan blogger yang mengabadikan cerita, kenangan, kemesraan dan kebersamaan lewat tulisan.

VIDEO PILIHAN