Mohon tunggu...
Syahrul Chelsky
Syahrul Chelsky Mohon Tunggu... Tokoh Fiksi

Orang Absurd | Blog Pribadi https://www.syahrulchelsky.com | https://medium.com/@syahrulchelsky

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Susi Susanti, tentang Bulutangkis di Mata BJ Habibie

12 September 2019   17:39 Diperbarui: 13 September 2019   07:02 0 29 3 Mohon Tunggu...
Susi Susanti, tentang Bulutangkis di Mata BJ Habibie
intisari.grid.id & liputan6.com

Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie akhirnya berpulang setelah perjuangan keras melawan usia yang semakin menua. Menyisakan duka serta rasa kehilangan yang mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia.

Semua orang bersedih, semua orang mulai mengenang hal-hal yang sekiranya membuat mereka tidak akan pernah melupakan lelaki bergelar Bapak Demokrasi itu.

Hampir setiap orang di Indonesia barangkali memiliki kesan dan kenangan terhadap suami Hasri Ainun Besari tersebut. Tak terkecuali Susi Susanti, mantan atlet bulutangkis tunggal puteri Indonesia yang kini menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi di tubuh PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia).

Dikutip dari kumparan, kepada wartawan, Susi Susanti mengucapkan belasungkawanya atas kepergian mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Kemudian, sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang pernah hidup di era kepemimpinan beliau, peraih emas olimpiade Barcelona tersebut juga mengenang kembali pagelaran Piala Thomas dan Uber serta gejolak di Indonesia yang terjadi di tahun 1998 yang pada akhirnya memaksa para atlet bulutangkis nasional dilepas dan disambut kembali oleh presiden yang berbeda.

"Ya, kenangan saat 1998, sebelum kami berangkat ke Thomas-Uber Cup di Hong Kong, kami dilepas oleh oleh Presiden Soeharto. Namun saat kami kembali, yang menyambut kami adalah Pak Habibie. Itu saat kerusuhan," terang mantan tunggal puteri nomor satu dunia tersebut.

"Ketika menyambut kami, Pak Habibie, di tengah-tengah keraguan negara-negara lain, serta di tengah kisruhnya bangsa sendiri, kata beliau, Indonesia akan tetap ada dan bisa memberikan prestasi melalui bulutangkis," Susi menambahkan.

Agaknya hal ini memberikan gambaran keresahan hati seorang Susi pasca polemik yang melibatkan PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang sempat ingin memberhentikan seleksi bibit muda bakal calon atlet bulutangkis yang rutin dilakukan oleh PB Djarum.

Keputusan yang sempat menuai (lebih banyak) kontra ini berlandaskan penilaian KPAI yang menganggap ajang tersebut seolah memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Kemudian Susi juga menerangkan bahwasanya BJ Habibie adalah salah satu orang yang memiliki peranan penting dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. Hal ini, menurutnya, terlihat dari penghargaan yang diberikan oleh beliau sewaktu menyambut kepulangan tim bulutangkis Indonesia seusai Piala Thomas dan Uber yang mengukuhkan Indonesia sebagai jawara di sektor Piala Thomas.

"Kami semua merasa kehilangan serta turut berduka cita atas kepulangan Pak Habibie. Umur di tangan Tuhan. Pak Habibie sekarang sudah tenang kembali bersama Ibu Ainun dalam keabadian," tutup Susi.




VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x