Mohon tunggu...
Syahrul Chelsky
Syahrul Chelsky Mohon Tunggu... Tokoh Fiksi

Orang Absurd.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hari Ini Dia Berulang Tahun

13 Juni 2019   06:54 Diperbarui: 13 Juni 2019   07:24 0 30 6 Mohon Tunggu...
Hari Ini Dia Berulang Tahun
notalentforcertainty.com

Hari ini dia berulang tahun
Saya tak tahu apa yang lebih menyenangkan ketimbang dapat melihatnya tumbuh tua sebagai seorang ibu yang cantik dan baik.

Saya masih memikirkannya, kadang-kadang. Mengingat saat-saat dia tersenyum di ulang tahunnya yang ke-18 atau sewaktu dia tertawa ketika melihat saya datang membawa sekaleng biskuit ke rumahnya.

Hari ini dia berulang tahun.
Dan tidak ada yang lebih hangat ketimbang doa saya untuknya. 

Ada penyesalan karena saya takbisa menepati janji kepadanya. Untuk berada di sebelahnya sebagai hadiah dari Tuhan. Yang menjadi nafas hidupnya ketika meniup lilin permohonan.

Saya menyesal, tetapi bahagia.
Lebih semacam mengalami kehancuran kecil tiap kali menyadari bahwa kini sudah ada laki-laki lain yang menyiapkan sebuah pesta kecil untuknya. Yang mendapatkan potongan kue pertama darinya.

Ada sedikit rasa sakit sewaktu mengingatnya sedang sehat dan bahagia. Tapi, walau bagaimana pun saya adalah orang asing yang paling ingin dia berumur panjang dan hidup tenang.

Merasakan keberadaannya dari jauh, mengetahui kabarnya yang baik-baik saja, melihat dirinya tersenyum meski hanya melalui sebuah foto, adalah cara saya memastikan bahwa dunia tidak pernah jahat kepadanya.

Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan, untuk masih membuatnya tetap tinggal di atas bumi yang sama dengan saya, berdiri di bawah langit yang sama dengan saya. Hanya saja dipisah jarak dan takdir.

Namun setidaknya kami sudah sama-sama bahagia.
Dia bahagia bersama suaminya,
dan saya tentu turut bahagia atas kebahagiannya. Begini saja sudah cukup.

Hari ini dia berulang tahun.
Saya tidak tahu apa yang dapat saya tawarkan. Selain sebuah doa yang ketulusannya melebihi doa untuk diri saya sendiri.

Saya takbisa lagi memberikannya sekaleng biskuit, tidak juga bisa menyaksikannya tersenyum secara langsung di usianya yang genap menjadi 23. 

Hanya seuntai doa yang di bawa angin, kemudian dititip pada udara, hingga kemudian sampai kepada oksigen yang dihirupnya.

Dia di sana, bersama suami dan anaknya.
Saya di sini, bersyukur untuk pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Jauh sebelum tanggal hari sampai, dan tulisan ini selesai, saya ingin mengucap selamat ulang tahun kepadanya.