Mohon tunggu...
Blog Mahasiswa ideologi
Blog Mahasiswa ideologi Mohon Tunggu... Mahasiswa - The rice ricer and the poor poorer

Mahasiswa ekonomi syariah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Revolusi Industri 4.0 Menurut Al Quran

17 Oktober 2021   20:48 Diperbarui: 17 Oktober 2021   20:53 116 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Masaki kimoy, seorang pakar manajemen industry berkebangsaan Jepang menyatakan:"there will never be progress if you do something the same way from time to time" yang artinya "tidak ada kemajuan jika seseorang melakukan sesuatu dengan cara yang sama dari waktu ke waktu". 

Ungkapan tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa kita tidak bolehberpangku tangan melainkan kita harus bangkit berdiri berpangku tangan, melangkahkan kaki kedepan, bekerja, berusaha, dan berkarya. 

Sebagaimana yang di contohkan oleh para nabi ynag memiliki etos kerja yang tinggi di antaranya : Nabi Daud terkenal sebagai ahli pandai besi, Nabi Nuh terkenal sebagai arsitek kapal, Nabi Muhammad yang terkenal sebagai pedagang professional, Nabi Sulaiman di samping sebagai seorang raja, beliau juga seorang wirausaha yang handal. Namun sayang, etos kerja yang dimiliki para Nabi tidak di contoh pada umatnya. Sehingga umat terjerumus dalam jurang kemiskinan yang semakin buruk akan semakin terpuruk, yang susah akan menjadi lebih susah.

Oleh karena itu, betapa pentingnya hal tersebut di perhatikan lebih. Jika kita kaji dalam ushul fiqih yang mengatakan al-ashlu fi nahyi li tahrimi, pada dasar-dasarnya setiap larangan menunjukkan suatu hal yang haram. Oleh karena itu, haram hukumnya memakan riba. Islam menghadirkan ekonomi tanpa riba yaitu ekonomi syariah untuk menghadapi arus ekonomi baru di Indonesia. 

Namun sangat di sayangkan, di zaman sekarang ini praktek riba semakin marak dan menyebar luas, Contohnya bank rentenir. Untungnya pemerintah saat initengah menerapkan industri syariah islam yaitu mudhorobah, musyarokah, dan murobakoh. Prinsip ini setidaknya di terapkan dengan adanya bank syariah. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret tahun 2019 tercatat bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,14 juta jiwa.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan