Mohon tunggu...
Syahrial
Syahrial Mohon Tunggu... Guru - Guru Madya

Guru yang masih belajar dari menulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pendidikan Berkualitas Mengentaskan Kemiskinan

25 Agustus 2023   00:01 Diperbarui: 25 Agustus 2023   00:04 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. iStock foto via Canva 

"Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu emas kemakmuran."

Pendidikan yang berkualitas memainkan peran sentral dalam mengentaskan kemiskinan dan membuka pintu menuju kemakmuran. Sayangnya, kenyataannya adalah bahwa kecerdasan yang rendah tidak hanya terkait dengan dimensi kemiskinan yang beragam, tetapi juga dengan penyelenggaraan pendidikan yang kurang memadai. Faktor-faktor seperti kualitas guru, metode pembelajaran, kurikulum pelajaran, dan infrastruktur pendidikan yang minim semakin memperdalam kesenjangan ini.

Banyak kaum fakir miskin mengalami pengalaman pahit dalam sistem pendidikan. Alih-alih merasa tercerdaskan, mereka menghadapi rasa frustasi dan tidaknyaman. Banyak di antara mereka bahkan terpaksa memutuskan untuk meninggalkan sekolah pada berbagai tingkatan pendidikan. Pilihan ini sering kali karena berbagai faktor, termasuk keterbatasan finansial atau kebutuhan untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup.

Ironisnya, pendidikan yang rendah justru membawa dampak negatif lainnya, yaita hubungannya dengan pendapatan yang terbatas. Orang-orang dengan pendidikan yang terbatas cenderung memiliki akses terbatas pula terhadap peluang pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang layak. Inilah titik awal dari siklus kemiskinan yang sulit diputuskan.

Mengamati situasi ini lebih jauh, terlihat bahwa Indonesia masih tertinggal dari negara-negara di Asia Tenggara dalam hal kualitas pendidikan. Saat negara-negara sekitar terus berinvestasi dalam meningkatkan pendidikan, bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal ini. Kaum fakir miskin, yang seharusnya diuntungkan oleh sistem pendidikan yang baik, justru semakin terperangkap dalam lingkaran kemiskinan yang sulit ditembus.

Sebuah penelitian oleh Sendhil Mullainathan, seorang profesor ekonomi di Harvard, menemukan hubungan yang menarik antara kemiskinan dan rendahnya kecerdasan kognitif. Ketika seseorang harus terus-menerus memikirkan kebutuhan dasar mereka, seperti makanan dan tempat tinggal, energi mental mereka terkuras dan fokus pada pembelajaran menurun. Dalam hal ini, kemiskinan bukan hanya akibat rendahnya pendidikan, tetapi juga menjadi pemicu dari kondisi ini.

Namun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengubah arah ini. Dalam merayakan 100 tahun kemerdekaan, bangsa ini perlu menghadapi tantangan ini dengan komitmen yang kuat. Untuk mencapai kemakmuran yang diimpikan, sebuah transformasi pendidikan nasional yang komprehensif menjadi kunci utama. Tidak hanya harus ada upaya dalam meningkatkan kualitas guru dan metode pembelajaran, tetapi juga harus ada peninjauan ulang terhadap kurikulum pelajaran yang dapat lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, investasi dalam infrastruktur pendidikan juga merupakan langkah yang penting. Akses yang mudah dan layak terhadap fasilitas pendidikan yang memadai akan membuka jalan bagi anak-anak dari lapisan masyarakat mana pun untuk meraih pendidikan yang berkualitas. Jika lingkungan belajar yang baik bisa diakses oleh semua orang, potensi yang terpendam dalam diri setiap anak dapat diberdayakan dengan lebih baik.

Ketika pendidikan berkualitas menjadi norma, dampak positif akan terlihat jelas. Kecerdasan masyarakat akan meningkat, membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Peluang kerja yang lebih baik akan tersedia, dan ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga membentuk pemikiran kritis, kreativitas, dan wawasan global.

Dalam upaya mencapai kemakmuran melalui pendidikan, semua pihak harus berperan aktif. Pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta perlu bekerja bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan yang berkualitas. Ini termasuk mendistribusikan sumber daya dengan adil, memberikan insentif bagi guru yang berprestasi, dan memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang setara terhadap peluang pendidikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun