Mohon tunggu...
Novel

Dalam Koma

3 April 2019   13:35 Diperbarui: 3 April 2019   13:54 16 0 0 Mohon Tunggu...

DALAM KOMA #1

Gara-Gara Reformasi

Tangisan bayi yang keras tak bisa dibendung kala itu, karena baru saja terlahir di dunia yang panas ini. Panas suasana kota, pun panas suasana jiwa. Apalah daya seorang perempuan yang sengaja mengadu nasib ke suatu kota besar yang tidak punya perasaan. Perempuan dari desa. Desa permai yang meninggalkan banyak cerita bahagia bagi sebagian besar anak-anak.

Perempuan yang pernah tenggelam di sungai berarus deras di desa tetangga pada tahun 70an kini berjuang melawan kegusaran jiwa di ibu kota.

"Karti, saya dengan sangat terpaksa memberhentikan kamu sebagai pegawai disini. Pertimbangan saya mungkin kurang matang, tapi ini karena kondisi yang mendesak. Suasana di kota semakin menjadi, meskipun saya dekat dengan orang pribumi."

Suasana kegelisahan harum terasa sore itu di ruang tamu sang majikan. Atasan perempuan itu bermaksud memberhentikan dia sebagai karyawan di toko mebelnya karena kondisi ibu kota menuntut waktu itu.

"Tidak apa, saya bisa pulang ke kampung halaman koh"

Percakapan beberapa minggu lalu, sebelum bayi yang dikandung perempuan itu terlahir di dunia yang gersang ini, yang alur hidupnya akan terkisah dalam tulisan ini. Lahir diantara kekacauan dan semakin menipisnya lapisan kasih. Dia adalah Zyahwan.

"Mas, saya dapat kabar dari desa kalau ibu akan ke Jakarta menjemput kita untuk pulang ke desa. Menunggu keadaan Jakarta tidak kacau lagi" beritahu perempuan itu kepada sang suami

"Apakah sudah dipertimbangkan dengan matang. Zyahwan kan masih baru berumur 30 hari, mukanya saja masih merah" Jawab suami dengan penuh keraguan

Suasana malam itu ditutup dengan tidak adanya kata sepakat, atau bahkan tidak ada keputusan. Suami pun tidak bisa berbuat banyak karena hanya seorang serabutan, mungkin bisa dikatakan pengangguran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x