Mohon tunggu...
syahdillaaa
syahdillaaa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pemikiran Erving Goffman Teori Dramaturgi

7 Oktober 2022   17:25 Diperbarui: 5 November 2022   02:42 112 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

BIOGRAFI 

pertama-tama mengenai siapa itu Erving Goffman,Goffman lahir pada tanggal 11 juni 1922 di Alberta,Canada (Williamns,1986), Goffman menerima gelar doktornya dari Universitas Chicago sering di anggap sebagai anggota Aliran Chicago sebagai teoritisi Interaksionisme Simbolik. Goffman adalah profesor di jurusan sosiologi Universitas California,Wafat pada tahun 1982 ,ketika berada di puncak ketenaranya . Goffman sejak lama di anggap sebagai tokoh "pujaan"dalam teori sosiologi .Status ini di capai meski Goffman telah lama menjadi profesor di jurusan sosiologi bergengsi di Universitas California,Berkeley. kemudian menjadi ketua di Liga lvy Universitas Pennsylvania. menjelang 1980-an Goffman tampil sebagai teoritisi yang sangat penting , ditahun kematiannya sebenarnya Goffman terpilih sebagai Presiden The American Sociological Association.Goffman dikenal dengan pemikiranya pada ruang lingkup mikro seperti interaksionisme simbolik, dan ada beberapa guru yang mempengaruhi seperti Herbert Mead,Talcott parson. tetapi Goffman tidak memungkinkan untuk menyampaikn pidato pengangkatanya karena Goffman tertimpa penyakit . Tetapi ketika Goffman ditanya tak lama sebelum meninggal apakah beliau seorang interaksionis simbolik,Goffman menjawab bahwa nama itu terlalu samar untuk memungkinkannya menempatkan dirinya ke dalam kategori itu (Manning 1922).adapun karya Erving Goffman yaitu karya terpenting tentang diri dalam interaksionisme simbolik adalah Presentation of Self in Everyday life(1959). citra diri yang nantinya akan melahirkan teori yang dinamakan Dramaturgi.

TEORI

membahas tentang teori dramaturgi,saya mengenal teori dramaturgi Erving Goffman ini dari buku Teori Sosiologi Modern yang saya baca. teori ini menjelaskan bahwa pandangan Goffman tentang diri di bentuk oleh pendekatan Dramaturginya. menurut Goffman diri bukan milik aktor tetapi lebih sebagai hasil interaksi dramatis antara aktor dan audien. Goffman menunjukan bahwa kebanyakan pelaksanaanya adalah sukses,hasilnya adalah bahwa dalam keadaan biasa,diri yang kokoh serasi dengan pelakunya dan 'penampilanya'berasal dari pelaku.Goffman berasumsi bahwa saat berinteraksi aktor ingin menampilkan perasaan diri yang dapat di terima oleh orang lain.aktor menyesuaikan diri dengan pengendalikan audien,aktor berharap perasaan diri yang mereka tampilkan pada audien akan cukup kuat mempengaruhi audien dalam menetapkan aktor sebagai aktor yang di butuhkan .Goffman berbicara mengenai panggung depan(front stage)dan panggung belakang (back stage) . front stage yaitu  aktor sering mencoba menyampaikan kesan bahwa mereka lebih akrab dengan audien ketimbang dalam keadaan yang sebenarnya . aktor mencoba menimbulkan kesan bahwa pertunjukan mereka satu-satunya pertunjukan mereka, sehingga kepalsuan pertunjukan tidak ditemukan.blakang panggung atau back stage dimana fakta di sembunyikan di depan atau berbagai jenis informan mungkin timbul. meski berpandangan struktural seperti itu. perhatian utama Goffman terletak di bidang interaksi ,karena orang pada umumnya mempertunjukan gambaran idealis mengenai diri mereka sendiri di depan umum,mereka merasa bahwa mereka harus menyembunyikan sesuatu dalam perbuatan mereka.Goffman menggolongkan perhatian sentral ini sebagai'manajemen pengaruh' yaitu untuk mempertahankan kesan tertentu dalam menghadapi masalah yang mereka hadapi dan metode yang mereka gunakan untuk menghadapi masalah itu guna untuk berinteraksi sosial dan memberikan kesan serta perhatian sentral dan juga akan di terima di lingkungan sosial.

 dalam pemahaman saya teori dramaturgi ini adalah Gagasan tentang bagaimana kita dapat membawa citra diri ketika kita berada di depan orang lain.kita menunjukkan kesan pertama di depan orang lain. Karena citra diri seseorang itu penting dan tergantung pada nama orang tersebut. Jadi ketika orang tersebut terungkap reaksi pertamanya baik, positif, maka timbal balik orang lain pun akan positif dan di terima di lingkungan sosial begitupula sebaliknya Ketika pendapat pertama kita negatif, timbal baliknya pun akan negatif pula dan kurang di terima di lingkungan sosial, sulit diterima karena itu adalah sebagian dari sisi gelap atau negatif ( back stage )  suasana hati negatif dari belakang panggung dari orang  yang kurang dikenal (aktor) Jadi aktor menyembunyikan sisi gelapnya karena dia tidak ingin reputasinya hancur di panggung depan itu. 

REFLEKSI

contoh dari teori dramaturgi Erving Goffman ini dalam kehidupan sehari-hari . saya mengambil contoh kehidupan nyata yang ada di kelurga saya. seperti rumah tangga yang sudah cerai tetapi mereka menutupi perceraian mereka di depan publik termasuk ,keluarga dan juga anak mereka . jadi ketika mereka mendatangi suatu ada acara , entah itu acara keluarga , mereka pasti akan selalu memperlihatkan keromantisan selama acara berlangsung. selalu terlihat mesra dan bahagia ,tetapi ketika acara sudah selesai dan pulang, di dalam rumah mereka terlihat seperti  orang asing yang sama-sama sibuk dengan dunianya masing-masing. dalam hal ini mereka mencitrakan diri mereka ketika di front stage  seolah-olah mereka adalah kelurga yang harmonis dan bahagia sementara ketika di back stage mereka menyembunyikan sebuah fakta yang mereka sembunyikan dari publik .jadi menurut saya semua orang itu pasti mempunyai topengnya masing-masing.

REFERENSI

Ritzer, George (2012). Teori Sosiologi Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan