Mohon tunggu...
syafruddin muhtamar
syafruddin muhtamar Mohon Tunggu... Dosen - Artikel, Esai dan Puisi

Mengajar dan Menulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Merayakan Cahaya

17 Oktober 2021   16:19 Diperbarui: 17 Oktober 2021   16:29 33 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Beberapa kota dunia sering menjadi tempat diadakan pesta cahaya. Ada beragam motiv mengadakannya, terutama sebagai ekpresi seni. Di Perancis, terakhir ini mengadakan pertujukan cahaya untuk merayakan 100 tahun revolusi dan hari keadilan di sana. Cahaya dipilih sebagai obyek selebrasi. Mungkin belakangan para seniman baru menyadari cahaya dapat dijadikan obyek material eksploratif dalam karya seni. Dan tentu saja, cahaya hanya dapat disaksikan dalam gelap, maka pertunjukan cahaya itu umumnya dilakukan dimalam hari.

Menara eiffel yang menjulang ke dilangit, berdiri seperti mengangkangi kota Paris. Cahayanya menggaris biru kelabu di kegelapan malam, menara seperti sedang berpidato tentang dirinya dan sejarah revolusi di Perancis

. Cahaya telah menampakkan menara itu, yang seharusnya tidak nampak dalam gelap. Cahaya yang disorotkan padanya dan merambat disekujur tubuhnya, memungkinkan konstruksi baja itu dapat dipandang mata dalam kegelapan malam. Mata-mata yang memandangnya hanya bisa terkesima dan takjub. Hanya satu irama dalam kata Perancis yang sama: beau.

Cahaya telah memungkinkan manusia melihat dalam gelap. Neon-neon yang terpasang di langit-langit rumah, membuat kita dapat melakukan kegiatan malam hari di dalamnya. 

Sepanjang jalan, cahaya-cahaya merkuri menyirami jalanan yang sambung menyambung dalam kota, membuat pengendara bebas melaju ke tujuan. Pekerja tambang yang mendekam dalam perut gunung, mengerjakan pekerjaannya dengan penerangan cahaya karena kegelapan di dalamnya tidak mengenal siang maupun malam.

Manusia membutuhkan cahaya karena adanya gelap dalam kehidupannya. Baik cahaya buatan maupun cahaya alami. Cahaya dan gelap sudah ditakdirkan berpasangan sebagai dua hal yang saling 'bersimbiosis-mutualisme'. Tidak ada sebutan bagi cahaya sebagai penerang tanpa keberadaan gelap. Kegelapan merupakan kelengkapan utama bagi fungsi penerangan cahaya. 

Malam dihadirkan untuk menantikan rembulan. Dan bulan hanya ingin menghadiri undangan malam untuk menyempurnakan keberadaannya. Gelap yang dilingkupi terang, seperti malam yang merigkuk dalam persembunyiannya dibalik cahaya rembulan. Dan dengan cahayalah semuan menjadi nampak, kecuali gelap.

Cahaya dapat pahami secara lahiriah dan batiniah. Secara lahir adalah cahaya yang dapat diinderawi, secara batiniah adalah apa yang dapat memberi petunjuk pada yang baik. Cahaya adalah kebaikan itu sendiri dan sekaligus menampakkan apa yang tersembuyi (kebaikan). Bagi yang berada dalam gelap, dia membutuhkan cahaya sebagai petunjuk untuk mengetahui yang tersembunyi. Pegetahun adalah petunjuk bagi ketidaktahun.

Dalam sejarah Eropa, terdapat satu fase yang ditandai oleh para ilmuan sebagai era kegelapan. Kehidupan masyarakat Eropa abad pertengahan didomiasi kekuasaan gereja. Kekuasaan itu melumpuhkan kehidupan melalui otoritas doktrin agama yang membunuh kretatifitas akal. 

Tidak ada kemajuan dalam bidang-bidang kehidupan mansyarakat, visi dan misi kemajuan rasional terbentur doktrin-doktrin gereja. Dominasi ini menimbulkan kemunduran bagi masyarakat. Hilangnya kebebasan ekspresi rasional, kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi adalah kegelapan bagi masyarakat Eropa ketika itu.

The dark ages itu kemudian berakhir dengan hadirnya kembali ilmu pengetahuan rasional. Dimana pada abad kegelapan 'cahaya' itu dipadamkaan dengan segala cara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan