Mohon tunggu...
Haidar Syafiqil
Haidar Syafiqil Mohon Tunggu... #00353

"you only live once", kalo bukan sekarang saatnya mencoba,kapan lagi?

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mengenal Virus Hanta yang Menghebohkan China

27 Maret 2020   12:30 Diperbarui: 27 Maret 2020   13:23 11 0 0 Mohon Tunggu...

Ditengah pandemi virus corona, dunia kembali dihantam oleh isu kesehatan yang datang dari daratan China. Seorang pria dari provinsi yunnan dilaporkan meninggal dunia setelah dinyatakan positif terinfeksi virus hanta pada senin (23/3). Meski virus ini munculnya di China, tetapi virus hanta ternyata berasal dari Korea Selatan.

Virus hanta ialah suatu virus yang menyebar dan dibawa oleh tikus. Nama hanta sendiri diambil dari nama sungai Hantan di Korea Selatan. Adapun di negara-negara lain virus ini memiliki nama yang berbeda, seperti contoh di kawasan Amerika Tengah menyebutnya Andes Virus, di Eropa tengah bernama Dobrava atau puumala. Virus ini dapat menyebabkan berbagai penyakit kepada manusia yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Virus ini tergolong sebagai virus langka dan rumit, karena gejala awalnya mirip dengan penyakit influenza. Gejalanya dapat berkembang antara 1 sampai 8 minggu setelah terpapar urine, kotoran atau air liur dari tikus yang terinfeksi karena memang virus ini disebarkan dari hewan tikus atau hewan pengerat lainnya, berbeda dengan virus corona yang awal penyebarannya dari hewan kelelawar. Hantavirus tidak bisa menular dari orang ke orang dengan cara apapun, sekalipun dengan bersalaman atau berciuman. Tetapi semua orang bisa terinfeksi virus ini jika melakukan kontak langsung dengan hewan pengerat tadi. Untuk saat ini belum ada alat untuk mendiagnosis virus tersebut.

Tanda dari munculnya virus ini ialah merasa kelelahan, demam, nyeri otot pada paha, pinggul, punggung, dan bahu, sakit kepala/pusing, kedinginan, masalah pencernaan. Bahkan gejala beratnya bisa sampai batuk dan sesak nafas yang disebabkan karena dipenuhi cairan di paru-paru.

Di Indonesia sendiri memang masih belum banyak diketahui karena masih maraknya virus corona, akan tetapi bukan berarti tidak ada di Indonesia. Ada beberapa virus hanta yang sudah ditemukan di Indonesia antara lain virus hanta jenis Hantaan (HTNV), Seoul (SOEV), dan Puumala (PUUV). Bahkan ada juga virus jenis baru yang ditemukan pada tahun 2009 di daerah Serang, Banten. Virus ini kemudian dinamakan Hanta strain Serang atau Serang Virus (SERV). Virus tersebut dikabarkan menular dari tikus rumah.

Kejadian tersebarnya hantavirus di beberapa negara disebabkan oleh meningkatnya populasi tikus. Karena peralihan fungsi hutan menjadi pemukiman, kondisi sanitasi yang buruk, lingkungan jorok, dan sumber makanan tikus yang hilang akibat kebakaran hutan. Itulah yang menyebabkan tersebarnya tikus yang merajalela.

Kasus hantavirus lebih banyak ditemukan di daerah yang kondisi lingkungannya buruk dan banyak tikus. Maka dari itu himbauan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjaga kebersihan rumah terutama tidak menyisakan sampah makanan di tempat sampah supaya tikus tidak datang. Kalaupun sudah terdapat tikus dirumah, ada baiknya sebagai usaha untuk memasang jebakan tikus atau bisa memasang lem tikus dirumah masing-masing.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x