Humaniora highlight

Agar Mudik Lebaran Tidak Menjadi Tragedi

9 Juni 2017   11:09 Diperbarui: 9 Juni 2017   11:16 822 3 2
Agar Mudik Lebaran Tidak Menjadi Tragedi
Ilustrasi Mudik. Sumber: Kompas

Rasanya tidak aneh jika kita menyebut mudik lebaran yang setiap tahun menjadi tradisi di Indonesia sebagai sebuah tragedi. Bayangkan, dalam setiap kesempatan mudik terdapat ribuan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan ribuan orang terluka dan ratusan orang tewas. Dalam kurun waktu 11 tahun, jumlah korban tewas tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Tragedi mudik lebaran di Indonesia dapat dikatakan lebih mengerikan dibandingkan dengan rangkaian serangan teroris yang melanda Eropa beberapa waktu belakangan ini jika dilihat dari banyaknya jumlah tewas. Jumlah korban tewas saat mudik bahkan hampir menyamai korban tewas di wilayah konflik perang.

Dari tahun 2006 hingga 2016, total sudah ada 29.862 kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban tewas mencapai 6.958. Berikut grafik data kecelakaan dan korban tewas dalam mudik lebaran dari tahun 2006 hingga 2016 yang dihimpun dari berbagai sumber:

Sumber: Data diolah dari berbagai sumber
Sumber: Data diolah dari berbagai sumber

Angka kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi di Pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di Indonesia. Kecelakaan lalu lintas didominasi oleh sepeda motor yang menyumbang lebih dari 70% dari total insiden kecelakaan yang terjadi pada saat mudik lebaran.

Hal ini membuat hati kita menjadi sedih, momen lebaran yang seharusnya menjadi sarana untuk silaturrahmi dengan keluarga tercinta berubah menjadi duka yang amat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Tentunya kita tidak ingin hal ini terulang terus setiap tahun. Angka kematian dan kecelakaan harus ditekan seminimal mungkin.

Melihat tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada setiap musik mudik lebaran, beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan agar mudik lebaran tidak menjadi tragedi:

1. Cek Kondisi Kesehatan

Pastikan diri anda dalam keadaan sehat dan prima sebagai persiapan awal ketika akan mudik ke kampung halaman. Jangan memaksakan diri bila sedang sakit, lebih baik anda konsentrasi untuk menyembuhkan diri terlebih dahulu sebelum akan melakukan perjalanan mudik. Anda juga dapat menjaga kesehatan menjelang mudik agar kondisi tetap prima saat tiba waktunya untuk mudik.

2. Jangan Gunakan Sepeda Motor

Sepeda motor hanya dirancang untuk perjalanan jarak dekat sehingga tidak cocok digunakan untuk mudik jarak jauh hingga diatas 100 km. Desain sepeda motor memang kurang safety untuk perjalanan jauh, selain itu pengendara dan penumpang juga langsung terpapar oleh perubahan cuaca seperti terik panas matahari, hujan, dan debu. Oleh karena itu, hindari menggunakan sepeda motor dan pilih moda transportasi lain.

Jika ingin motor anda ikut pulang kampung juga, anda dapat menggunakan jasa ekspedisi seperti kereta atau kapal laut untuk mengirimkan motor anda ke kampung halaman.

3. Pilih Transportasi Massal

Sebaiknya anda memilih transportasi massal seperti kereta api, bus, kapal laut, atau pesawat. Memilih transportasi massal tentu lebih nyaman dan relatif tidak terlalu lelah jika dibandingkan mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi apalagi sepeda motor. Mengingat tingginya pemudik saat hari raya lebaran, anda bisa memesan tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan atau membayar dengan harga yang lebih mahal.

Pemesanan tiket saat ini semakin mudah karena anda dapat memesan tiket moda transportasi massal lewat online agar terhindar dari oknum calo. Untuk memesan tiket kereta anda dapat memesan langsung melalui situs KAI, untuk memesan tiket kapal laut atau pesawat anda dapat membuka situs masing-masing maskapai atau menggunakan situs travel seperti traveloka, tiket.com, pegipegi dan lain-lain.

Bahkan untuk memesan bus antar kota sudah bisa dilakukan secara online. Saya biasanya menggunakan moda transportasi kereta api untuk mudik ke Tegal, namun tahun ini tidak bisa naik kereta api untuk mudik karena kehabisan tiket sehingga akhirnya saya memesan tiket bis secara online. Anda dapat mengakses situs agen bus online seperti bosbis, redbus, atau bustiket untuk memilih PO Bus mana yang akan anda pilih.

4. Manfaat Program Mudik Gratis

Program mudik gratis bagai duren runtuh bagi pemudik karena dapat pulang kampung gratis. Program ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun baik oleh instansi pemerintah maupun swasta. Moda transportasi yang digunakan umumnya adalah bus, kapal laut, dan kereta api. Program mudik ini ada juga yang ikut "memudikkan" motor pemudiknya, jadi motor pemudik akan diangkut menggunakan kereta api atau kapal laut dimana motor ini akan diantar ke stasiun atau pelabuhan pemudik di kotanya masing-masing. Program ini tentunya sangat menggiurkan, rajin-rajinlah mencari informasi di internet atau media massa tentang program mudik gratis ini agar anda tidak melewatkan kesempatannya.

5. Nebeng atau Rental

Jika anda kehabisan tiket untuk transportasi massal atau harganya sudah mahal dan kehabisan kesempatan mudik gratis, ada baiknya anda nebeng di mobil keluarga atau teman. Anda dapat patungan bensin dan makan dengan teman atau keluarga. Jika mobil keluarga atau teman sudah penuh, anda bisa rental mobil untuk digunakan mudik ke kampung halaman. Banyak rental mobil yang menawarkan harga khusus saat musim mudik lebaran tiba, kendaraannya pun beragam, mulai dari minibus, microbus, hingga bus besar.

Mungkin harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan mengendarai sepeda motor, namun sepadan dengan apa yang kita nikmati. Kita tidak perlu lagi kepanasan kena sinar matahari langsung, kehujanan, tidak terlalu lelah, lebih aman dan nyaman, selain itu lebih dekat dengan keluarga dibandingkan dengan mengendarai motor yang penumpangnya terbatas.

Jika anda mempunyai kenalan atau teman dari kampung halaman yang sama, bus besar mungkin dapat menjadi alternatif anda. Selain lebih murah, perjalanan anda dijamin semakin seru karena sepanjang perjalanan ditemani oleh teman dan kenalan sekampung.

6. Pilih Pulang Kampung Lebih Awal atau Setelah Lebaran

Momen lebaran 1 Syawal adalah libur panjang bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak heran banyak tiket moda transportasi yang terjual habis dan rental mobil yang penuh mendekati momen lebaran, kesempatan mudik gratis dari instansi pemerintah dan swasta pun penuh. Jika sudah begini, bagi anda yang ingin tetap mudik mungkin dapat mempertimbangkan pulang minimal seminggu sebelum lebaran saat arus mudik belum sampai puncaknya. Biasanya H-10 hingga H-7 lebaran masih banyak moda transportasi yang tersedia.

Bagi anda yang masih bekerja hingga dua atau tiga hari menjelang lebaran, tidak mendapatkan tiket moda transportasi, tidak mendapat kesempatan mudik gratis, kehabisan mobil rental atau tidak ada rekan yang diajak untuk nebeng, mungkin pulang kampung setelah lebaran dapat menjadi alternatif anda.

Pulang kampung setelah lebaran selesai juga dapat menguntungkan anda karena moda transportasi yang tersedia lebih mudah dipesan dan tidak macet layaknya hari-hari menjelang lebaran.

7. Jika Tetap Ingin Pulang Kampung Naik Motor Bagaimana?

Mungkin anda sudah sangat rindu pulang ke kampung halaman saat lebaran tiba, namun tidak ada pilihan lain selain mengendarai sepeda motor. Jika tujuan mudik anda adalah kota yang jaraknya kurang dari 100 km dari Jakarta misalnya seperti Purwakarta atau Sukabumi, tidak ada salahnya jika menggunakan sepeda motor untuk mudik karena jaraknya relatif tidak terlalu jauh.

Namun anda harus mengingat tentang keselamatan berkendara dengan sepeda motor. Periksa kondisi sepeda motor anda agar tetap prima, penumpang sepeda motor hanya boleh dua orang, dan tidak membawa barang bawaan berlebihan. Jika jarak kampung halaman anda jauh dari Jakarta seperti di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, atau Lampung,  jangan sekali-kali mengendarai sepeda motor.

Jika memang hanya ada pilihan motor, mungkin anda bisa pulang kampung di kesempatan lain. Keselamatan anda adalah segalanya, risiko mudik jarak jauh dengan mengendarai sepeda motor sangat besar. Sebagai sarana silaturrahmi, Anda juga dapat memanfaatkan fasilitas video call yang saat ini tarifnya sudah semakin murah. Bandingkan dengan saya dulu saat tidak bisa pulang kampung di tahun 90-an dimana saya masih surat-suratan dari Sulawaesi dengan keluarga besar di Tegal.

Semoga perjalanan mudik anda di tahun 2017 berjalan lancar, seru, dan menyenangkan!