Mohon tunggu...
S Wahono
S Wahono Mohon Tunggu... Shadik Wahono

Berita dan info Tentang Shadik Wahono

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Shadik Wahono bersama Nuzul Achzar Sepakat tentang Perubahan Skema Pembangunan Infrastruktur

11 Juni 2019   22:20 Diperbarui: 18 Juni 2019   07:59 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pemerintahan saat ini mungkin sedang gencar menjalankan sebuah pepatah asal China yang mengatakan "untuk menghapus kemiskinan bangunlah jalan". Ini terbukti dengan banyaknya infrastruktur khususnya jalan tol yang sedang dikembangkan dan terus dibangun oleh Pemerintah.

Dalam 5 tahun terakhir, setidaknya sepanjang 1.854,5 km jalan tol telah dibangun. Jalan tol ini dibangun pada daerah Jawa dan Sumatera. Tentunya pembangunan yang sudah memakan banyak biaya dan tenaga ini tidak sia-sia. Bahkan Shadik Wahono yang merupakan pengamat infrastruktur pun mengakui dampak positif terhadap pembangunan tersebut. 

Perekonomian masyarakat mengalami kenaikan lantaran kemudahan akses. Sayangnya bukan hanya dampak positif yang membarengi pembangunan infrastruktur tersebut, namun juga dampak negatif yang mungkin bisa berkelanjutan alias berdampak jangka panjang.

Seperti yang Anda ketahui, jumlah utang Indonesia terhadap luar negeri saat ini mengalami peningkatan yang cukup besar. Dimana dana tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk pengembangan infrastruktur yang saat ini sedang begitu gencar dilaksanakan oleh Pemerintah Joko Widodo.

Apabila skema atau alur seperti ini terus diberlakukan, tentu sudah bisa ditebak bagaimana akhir dari perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, Shadik Wahono yang pernah berkecimpung dalam dunia infrastruktur selama puluhan tahun memberikan kritik terhadap pemerintah terkait perubahan skema yang harus dilakukan sesegera mungkin.

Bersama dengan salah seorang pengamat ekonomi, Nuzul Achzar mereka sependapat tentang perubahan skema pembangunan infrastruktur Indonesia. Seharusnya pihak Pemerintah mampu mempertegas kepastian hukum terkait pembangunan infrastruktur tersebut dan mempercepat ROI dari pembangunan jalan tol yang sudah dilaksanakan.

Lambatnya ROI (return of investment) inilah yang menjadikan para calon investor berpikir ulang untuk menginvestasikan asetnya ke pembangunan jalan tol di Indonesia, khususnya Trans Sumatera. Benar sekali, beberapa ruas pembangunan jalan tol ruas Trans Sumatera memang masih memiliki IRR di bawah standar.

Ketika IRR pada sebuah infrastruktur rendah maka sangat kecil kemungkinan para investor tertarik dengan proyek yang hendak ditawarkan. Itu artinya, jangankan untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah besar, untuk tidak rugi pun menjadi sebuah hal yang belum pasti.

Sebelum kondisi ini semakin buruk, Shadik Wahono sangat berharap jika Pemerintah mau mendengarkan pendapatnya dan memperbaiki skema pembangunan infrastruktur Indonesia.