Mohon tunggu...
Sweetly Semuel
Sweetly Semuel Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Seorang anak 3 bersaudara dari 2 orang tua tercinta. Mahasiswa FIS UNIMA (Universitas Negeri Manado)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Renungan: Kita Itu Satu Tubuh, Tubuh Kristus

23 Juni 2021   17:40 Diperbarui: 23 Juni 2021   17:42 121 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Renungan: Kita Itu Satu Tubuh, Tubuh Kristus
Gambar dikutip dari erecristiano  www.erescristiano.com

Kolose 3:15 

"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah"

Banyak keluarga Kristen yang terus bertahan sampai akhir hayat. Tetapi tidak sedikit keluarga yang berakhir dengan kekecewaan dan rasa putus asa. 

Kehidupan berkeluarga semakin hari semakin mendapatkan tantangan yang luar biasa. Apa penyebabnya? Antara lain karena apa yang diharapkan sebelum menikah ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya kelakuan pasangan hidup ternyata berbeda dengan waktu pacaran, dulunya sabar dan penuh kasih serta perhatian, tetapi kini menjadi kasar dan suka menyakiti, dulunya suka membagi perasaan, termasuk suka duka dalam hidup, tapi kini menjadi egois, suka menang sendiri dan suka menyalahkan orang lain. 

Demikianpun dengan berbagai alasan dan sebab,  sikap anak-anak terhadap orang tua sering menunjukkan ketidak dengar-dengaran dan suka memberontak. 

Akibatnya orang tua sering merasa kecewa dan putus asa. Harapan untuk mendapatkan anak-anak yang patuh dan hormat terhadap orang tua, ternyata sebaliknya dalam kenyataan berbeda dengan dambaan.

Jika kita belajar dari bagian Alkitab ini, maka hidup berjemaat,  termasuk berkeluarga, yang dikaruniakan Tuhan adalah panggilan iman. Artinya, jemaat dan keluarga yang terbentuk itu adalah anugerah Tuhan, supaya tetap menjadi satu sekalipun berhadapan dengan berbagai tantangan, cobaan dan godaan hidup. 

Kekecewaan boleh datang karena berhadapan dengan realita yang tidak sesuai kenyataan, tapi hal ini tidak boleh menjadi alasan perpecahan apalagi perpisahan. Apa yang dipersatukan Allah harus dihormati, karena kita dipanggil menjadi satu tubuh untuk hidup dalam damai sejahtera. 

Untuk itu marilah kita beribadah, berdoa, memuji dan mendengar Firman Tuhan serta melaksanakannya bersama-sama. Sebagai satu tubuh, kita haruslah menyatu dengan menyingkirkan ego pribadi.

"Tuhan memanggilmu, hai, dengarlah
Apa pun yang terbaik, ya, b'rikanlah"
"Dan jangan kau kejar hormat semu
Muliakan saja Yesus, Tuhanmu"
"Tiap karya, diberkati-Nya
Namun yang terbaik, diminta-Nya"
"Walaupun tak besar talentamu
B'ri yang terbaik kepada Tuhanmu"

Semoga bermanfaat O:)

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN