Mohon tunggu...
Alwi Swandi
Alwi Swandi Mohon Tunggu... Menemukan realitas sosial

Mengungkap fakta

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Gugus Tugas Covid-19 Lamban, Masyarakat Tidak Diberi Informasi Tracking Jumlah Orang Kontak Terakhir Mahasiswa NTT Positif Corona

17 April 2020   17:43 Diperbarui: 18 April 2020   19:14 20 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gugus Tugas Covid-19 Lamban, Masyarakat Tidak Diberi Informasi Tracking Jumlah Orang Kontak Terakhir Mahasiswa NTT Positif Corona
Mahasiswa Asal NTT positif terjangkit Corona | thesouthafrican.com


Setelah gugus tugas covid 19 provinsi maluku merilis data terakhir perkembangan corona virus yang mewabah itu. Ternyata terdapat satu orang yakni mahasiswa asal NTT . PDP asal Buru yang positif terjangkit coronavirus.

Atas rilis tersebut sejak 14 hari lalu masyarakat buru tidak menerima informasi terkait info berapa jumlah orang kontak terakhir dengan PDP asal NTT tersebut pada saat positif rapidtes serta perkembangan penanganannya..

Kami sangat menyesalkan hal ini , kita semua tau bahwa penanganan coronavirus ini memang tidak mudah, namun telah banyak contoh pada daerah lain yang harus paling tidak menjadi sandaran pendekatan teknis penanganan coronavirus di buru. 

Pendekatan yang kami maksud adalah penelusuran atau tracking awal sebelum dan sesudah seseorang ODP, maupun PDP melewati tahapan tes, mulai dari rapidtes hingga PCR Swab dan di pastikan hasilnya. mereka yang terdekat melakukan kontak dengan PDP harus di tracking ( lacak ) 

Ini kami nilai sangat penting, agar masyarakat juga menjadi peka, dan merasa secara sadar tidak ditakut takuti, oleh karena informasi yang di berikan dari sumber yang punya otoritas di bidangnya. 

Selain itu kepastian ODP yang di karantina juga mesti di telesuri baik itu keluarga terdekat, maupun teman terdekat, kan.. namanya juga karantina , suda jelas itu dari namanya maka, protapnya di laksanakan, aktifitasnya tentu terpantau 1x24 Jam . Jangan lagi kita dengar atau kita baca di medsos masyarakat mengeluh tidak terkontrolnya ODP pada tempat karantina.

Belum lagi  himbauan terkait kewajiban menggunakan masker, sementara ketersediaanya minim, arus masuk orang ke buru yang terlewatkan dalam pemeriksaan ketat petugas di pelabuhan dan bandara. 

Ini semua harus terkoneksi secara baik lewat keterbukaan informasi yang maksimal sebab jangan sampai kita masyarakat menganggap ketidak maksimalnya penanganan karena tidak terkoneksinya satuan gugus desa dan kabupaten oleh karena masing masing bekerja dan saling berharap karena bekerja dengan operasional anggaran dari pos yang berbeda. 

Untuk itu kami berharap semua persoalan terkait coronavirus  yang di hadapi ini perlu di maksimalkan penangananya. Sehingga masyarakat juga dapat dengan sendirinya dapat di tekan rasa kekhawatiran akibat dari kerja kerja yang tak terpublikasi secara baik. Pinta M. Arwin Kaimudin di namlea.

VIDEO PILIHAN