Mohon tunggu...
Nano Rasendria Svnarno
Nano Rasendria Svnarno Mohon Tunggu... Buruh - Penulis Harian Lepas

ketidakberuntungan adalah keberuntungan dari sisi pandang yang lain.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sepeda Warisan Ibu

10 Januari 2022   06:12 Diperbarui: 10 Januari 2022   06:29 91 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Image by Halfpoint from pixabay

Kurawat sepeda warisan ibu. Kumandikan dan kuberi pelumas. Tak lupa kubawa keliling kota yang penduduknya tak taat rambu-rambu. Kupamerkan dengan bangga meski itu hanya sepeda bekas.

Ibu meninggal tahun lalu setelah tahu bapak kawin lari dengan babu beranak satu. Sebelum meninggal ibu berpesan agar aku merawat sepedanya dan jangan pernah mengikuti jejak bapakku.

Setahun sudah aku merawat sepeda warisan ibu. Semakin kukayuh, luka sebab pengkhianatan bapak semakin sembuh.  Aku berharap bapak bahagia dengan keputusannya, dan aku pun berharap ibu sudah memaafkannya.

"Ibu, tenanglah di pusaramu. Kau sudah ditemani malaikat dengan segala amal baikmu. Dan bapak, bahagialah dengan keluarga barumu, tak perlu pikirkan aku, sebab aku sudah bahagia dengan sepeda warisan ibu."

Yogyakarta, 9 Januari 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan