Mohon tunggu...
Svnarno
Svnarno Mohon Tunggu... Buruh - Saya hanya ingin menulis, tak mengharapkan apapun.

ketidakberuntungan adalah keberuntungan dari sisi pandang yang lain.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Angin

12 Oktober 2021   15:00 Diperbarui: 12 Oktober 2021   15:01 88 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Angin datang bersama rombongan kesunyian.

Aku bertanya; mengapa saat aku senggang, kau tak datang bersama segerombolan pekerjaan? Tapi saat aku hampir kehilangan waktu, kau menuduhku menghindari pekerjaan yang kauberikan kepadaku?

Angin yang sabar terus mengelus dadanya.

Kau lelah bukan? Maka dari itu aku datang bersama kesunyian, agar lelahmu rehat sejenak, dari segala tuntutan pekerjaan yang semakin tamak.

Apakah aku salah? Aku hanya ingin membantu tubuhmu yang sudah lelah.

Aku yang berjubah malu menyimpuhkan kedua kakiku, mengangkat kedua tanganku, menggemakan teriakku.

Oh ternyata ... Ternyata masih ada yang menyayangiku; meski sekadar sesepoi angin, meski sekadar sehembus dingin, meski sekadar sesemilir yakin, yang tidak sepertinya; yang sukanya membual janji belaka.

1 Oktober 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan