Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

[Kompasiana Coverage] : Capri Everitt dan Mimpinya "Around The World in 80 Anthems"

4 April 2016   07:38 Diperbarui: 4 April 2016   19:42 18 3 2

[caption caption="Capri Everitt didampingi Paduan Suara Anak menyanyikan "Indonesia Raya" (Dok. Pri)"][/caption]Mungkin kisah heroik karya Jules Verne "Around the world in 80 days" menginspirasi Capri Everitt seorang gadis kecil berusia 11 tahun berkebangsaan Canada, yang mengajukan ide spektakuler ini saat didaulat menjadi Duta Remaja termuda dari SOS Children's Village International.

Ya, ada kemiripan, hanya sedikit diubah menjadi "Around the world in 80 anthems", Capri yang senang bernyanyi akan menyanyikan lagu kebangsaan tiap negara yang dikunjunginya bersama anak-anak di negara tersebut.

Pada 20 November 2016, saat peringatan Universal Children 's Day UNICEF di Ottawa Canada, Capri Everitt mulai berkeliling dunia dan singgah minimal empat hari di tiap negara, dengan target mampu menyelesaikan melantunkan 80 lagu kebangsaan hingga Agustus 2016 guna menggalang dana sejumlah USD 1 juta. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk menolong anak-anak korban perang, perang saudara, bencana alam, kerusuhan, kemiskinan, perubahan iklim dan masalah sosial lainnya.

Tampil di CFD 3 April 2016

SOS Children's Village Indonesia pada 3 April 2016 didepan Plaza Thamrin Nine pada saat Car Free Day mewujudkan cita-cita Capri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia "Indonesia Raya" bersama Paduan Suara Anak yang beranggotakan anak-anak Indonesia yang ditampung oleh SOS Children's Village Jakarta. Indonesia adalah negara ke 37 yang dikunjungi Capri, setelah mengunjungi Malaysia. Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, Capri nyaris sempurna, hanya lupa pada refrain terakhir, namun dengan cepat segera diperbaikinya. Luar biasanya, Capri yang mendapatkan teks lagu Indonesia Raya dari KBRI di Canada tersebut, dapat menyanyi tanpa melihat teks.

Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya, Capri sempat mendendangkan dua lagu pop yakni "Let it go" dari Frozen dan "Somewhere over the rainbow".

Dalam program kerjanya di Indonesia, Capri yang didampingi kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya, Bowen selain menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, juga mengunjungi SOS Children's Viilage Indonesia di Cibubur serta mengunjungi Trans Studio Bandung. Semua kegiatan Capri dituliskan oleh Bowen pada sebuah blog

Tugas lainnya Capri harus memberikan lima pertanyaan kepada anak-anak indonesia, seperti apa makanan kesukaannya, olahraga kesukaannya, permainan kesukaannya, cita-citanya dan harapannya. Menurut ayah Capri, jawaban terbanyak untuk harapan adalah Family dan Peace.

Negara yang akan dikunjungi Capri berikutnya adalah Srilanka.

[caption caption="Capri bersama media"]

[/caption]Saat jumpa media di Starbucks Plasa UOB, Capri sempat menyanyikan beberapa bait lagu kebangsaan dari negara Italia, China, India, Singapore, Philipina, Canada dan Thailand. Dan diakuinya, mempersiapkan lagu kebangsaan China yang paling sulit. Beberapa negara yang tidak sanggup menerima kunjungan dalam 4 hari dan sulit melakukan pengggalangan dana, terpaksa harus dihapus, misalnya Rusia.

Dukungan

Acara yang dihadiri undangan dan media serta pengunjung Car Free Day berlangsung tiga jam penuh, diawali dengan Taman Suropati Chambers yang membawakan lagu-lagu Indonesia, Lampu Percussion yang dimainkan oleh anak-anak dari SOS Children's Village Indonesia, serta lagu-lagu Papua oleh Fajar dari Komunitas Untuk Papua. Acara diakhiri dengan kirab bersama mengelilingi Bundaran Hotel Indonesia.

Beberapa komunitas juga ikut mendukung SOS Children's Village di Indonesia seperti Sahabat Anak Negeri, yang dibentuk oleh kalangan artis entertainment (Teuku Zacky, Dira Sugandi, Shanty, Widi Mulya AB3 dan Rebecca Reijman) sejak ada kasus Angeline, dengan programnya "Stop child abuse campaign".

Ada pula UFM 947 dengan programnya "Berikan Pelukan" dan anak yang memeluk orang tuanya atau sebaliknya akan diganjar paket Macaroon.

Serta "Run to Care", tiap pelari yang mengunduh aplikasi dari Phirunthrophy, maka setiap kilometer yang berhasil ditempuh akan ada donasi senilai Rp. 2,000 ke SOS Children's Village.

Dasar berdirinya SOS

Menurut Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children's Village Indonesia, 120 juta anak di dunia telah kehilangan orang tuanya, di Indonesia ada 4 juta anak yang kehilangan orang tua. SOS Children's Village bertugas mendampingi 4.000 anak sejak berdiri 44 tahun silam, untuk memberi kebahagiaan pada anak, melalui pengayoman, memberikan kesehatan dan pendidikan yang baik.

Bagi anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan, SOS Children's Village Indonesia memberikan pengasuhan alternatif berbasis keluarga atau Family Based Care di Delapan Desa Anak meliputi Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Bali dan Flores.

Sedangkan guna mencegah keterpisahan anak dengan orang tuanya, SOS Children's Village melakukan Program Penguatan Keluarga (Family Strengthen Program)di delapan desa ditambah Bogor dan Yogyakarta.

SOS Children's Village sudah bekerja di 134 negara. Dengan visi:
- every child belongs to a family
- every child grows with love
- every child grows with respect
- every child grows with security

Dan misi :
- we build families for children in need
- we help them shape their own futures
- we share in the development of their communities

Bagi Anda yang ingin menjadi Sahabat SOS dapat memberikan donasi secara berkelanjutan, karena sebagai organisasi nirlaba, SOS Children's Village memerlukan donatur tetap bukan yang hanya sekali saja. Bila Anda berminat, dapatkan informasi lengkap pada situs www.sos.or.id

SOS Children's Villages Indonesia
Website: www.sos.or.id
Facebook :SOS Children's Villages Indonesia
Twitter dan Instagram : @desaanaksos