Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Administrasi - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Geliat Komunitas di Kompasianival 2022

4 Desember 2022   10:51 Diperbarui: 4 Desember 2022   12:54 177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Komunitas (dok: Komik)

Kompasianival 2022 di panggung utama digelar jam 13.00, namun sebelumnya didahului dengan geliat Komunitas.

Komunitas yang hadir dengan booth di dekat Community Lounge adalah Komik dan Ketapels. Komik tidak jadi membuat door prize dengan memecahkan balon, hanya membagikan roti.

Sementara Ketapels memperkenalkan foto-foto dokumentasi kegiatan Ketapels, dan membagikan buku bekas baca dan memajang buku-buku karya Kompasianer.

Komunitas yang buka booth paling siang adalah KPK (Komunitas Penggila Kuliner), seperti tradisi tiap Kompasianival rujakan ditambah potluck yang dibawa peserta Kompasianival.

Posisi booth yang dekat Community Lounge tetapi jauh dari panggung utama, menyebabkan booth sering kosong tidak terjaga. Sebaiknya booth komunitas bisa berada di dalam arena panggung utama atau minimal di selasar seperti saat dipindahkan ketika hujan turun.

Satu-satunya komunitas yang tidak memiliki booth maupun mengadakan acara adalah Ladiesiana. Tetapi menyelenggarakan giveaway bagi peserta Kompasianival yang mengunggah foto terbaik berbusa etnik di Kompasianival 2022.

Di Community Lounge sendiri Komik mulai menggelar acaranya jam 12.00 mendahului acara panggung utama. Dengan menampilkan Farahdara yang membaca puisi secara teatrikal, lalu dilanjutkan dengan pemutaran film "Jagatdita". Film pendek hasil produksi Komik yang pengambilan gambarnya di Bondowoso', tapi penyuntingan dilakukan di Bogor. 

Film ini bersifat dokumenter dan bersifat fiktif, yang dibawakan secara teatrikal jadi banyak simbol dan puisi, memotret tentang alam, hutan, laut dan sawah.  Pemilihan latar belakang musiknya sudah bagus. Sebaiknya Komik membuat film yang memiliki drama, toh di komunitas ini banyak yang bisa menulis skenario, seperti sebuah buku yang pernah diterbitkannya.

Setelah pemutaran film selesai disambung dengan diskusi film bersama sutradara yang dilakukan melalui fasilitas zoom. Peminat film cukup banyak, terbukti pengunjung sampai berdiri dibelakang venue.

Tahun ini komunitas Komik kembali menjadi 'Best in Community' setelah menerimanya pada 2020. Komunitas ini dinilai memiliki banyak kegiatan positif Dan bervariasi, dari kunjungan ke LSF, Liga Komik, penerbitan majalah KoMagz, diskusi film, kultweet,, blog competition, nonton FFI, skrining, dan tentunya nobar.film nasional, film festival maupun film Thai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun