Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Administrasi - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kompasianival 2022 Tidak Seheboh Dulu

2 Desember 2022   05:00 Diperbarui: 2 Desember 2022   05:04 201
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kompasianival (sumber: kompasiana.com)


Kompasianival memang ajang temu darat blogger, khususnya yang mondok di  platform kroyokan bernama Kompasiana. Pengalama nengikuti beberapa even Kompasianival yang dihelat di Taman Mini Indonesia Indah, Smesco, Lippo Mall Kemang, Gandaria City hingga Bellpark Mall di Fatmawati, menunjukkan kiprah yang berbeda. baik  penyelenggaranya/panitianya maupun tokoh yang diundang.

Dua kali Kompasianival diadakan secara online pada tahun 2020 dan 2021 karena pandemi. Tahun ini Kompasianival diadakan di Bentara Budaya Jakarta secara luring (offline)

Dari chit chat antar Kompasianer setelah melihat flyer yang dipromosikan, pertama kita melihat huruf terlalu kecil hingga nama-nama narasumber kurang terbaca. Jauh lebih jelas saat promosi dilakukan via microsote.

Lalu setelah dengan susah payah berhasil membaca siapa narasumbernya, muncul pertanyaan diantara sesama Kompasianer, siapa sih dia, mengapa dia, karena nama-nama itu kurang familiar. Hanya satu yang sudah dikenal oleh Kompasianer hanya Nurulloh, sang COO Kompasiana.

Kalau dibandingkan dengan Kompasianival sebelumnya, nama tokoh yang diundang kalah jauh pamornya. Dulu pernah mengundang Presiden Joko Wododo, walau akhirnya 100 Kompasianer yang balik diundang makan siang di istana, yang akhirnya menimbulkan pro dan kontra. 

Selain itu masih banyak tokoh publik yang muncul, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyair Sapardi dan lain-lain. Apakah sekarang Kompasiana enggan bersinggungan dengan Pemerintahan? Atau tidak punya jalur di Pemerintahan?

Seperti gossip di antara Kompasianer yang mengatakan bahwa jangan harap konten bergenre politik akan mendapat label Artikel Utama. Sekarang yang sering mendapat label Artikel Utama justru konten bergenre psikologis yang mungkin nyomot dari buku sana sini.

Kalau kita mau jujur, dan kalau jalur di Pemerintahan itu ada, mestinya menjelang 2024 sangat mudah mengundang tokoh-tokoh yang perlu mendapat panggung, mungkin tidak harus, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Puan Maharani,  Airlangga Hartarto, Muhaimin Islandar, Erick Thohir dan lainnya. 

Memang ajang Kompasianival bukan ajang politik yang memihak pada salah satu golongan, namun kita perlu mendengar opini mereka yang sedang ingin naik ke panggung pilpres 2024.

Dari sisi hiburan, pemusik sekelas Kotak, dan yang punya nama sudah tidak ditampilkan. Hanya menampilkan pemusik baru yang namanya belum dikenal. Apakah penghematan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun