Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Administrasi - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Beauty Pilihan

Mencintai Wastra Nusantara Sepenuh Hati

23 April 2022   19:39 Diperbarui: 23 April 2022   20:23 299
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Wastra Nusantara (sumber: okezone.com)


Hari ini, Koteka, komunitas traveler Kompasiana merayakan Hari Kartini dengan menyelenggarakan webinar bertajuk  "Wonderful Indonesia, Mencintai Wastra Nusantara Sepenuh Hati" . Sebagai narasumber Dra. Wening Esthyprobo Fatandari M.A, Dubes LBBP RI untuk Hongaria 2014-2018. Acara dipandu oleh Gaganawati Stegmann. Sebagian besar pesertanya adalah wanita dan mengenakan Wastra Nusantara. Acara berkolaborasi dengan Ikatan Dharma Wanita Persatuan KJRI Frankfurt.

Gaganawati (dok: Koteka)
Gaganawati (dok: Koteka)


Dalam presentasinya, Wening menyatakan bahwa kita sebagai orang Indonesia harus mencintai Wastra Nusantara, misalnya batik. Saat Wening menjadi Dubes, ia sering mengadakan bazaar dan festival. Orang Jerman saja ada yang rajin memperkenalkan batik, dengan membuat galeri dan museum batik.

Wening yang lahir di Pekalongan dan besar di Semarang, setelah berkarier di Kemenlu akhirnya berhasil menjadi Dubes RI untuk Hongaria pada 2014-2018 dengan 10 award.  Hingga saat ini masih memiliki perhatian yang besar terhadap Wastra Nusantara melalui Asosiasi Wastra Nusantara dan menari.

Wening (dok: Koteka)
Wening (dok: Koteka)

Wening telah beberapa kali tampil sebagai narasumber pada Koteka Talk. Wening mulai mencintai Wastra Nusantara saat masih kecil, ketika melihat ibunya mengenakan kain kebaya.

Sifat tomboy yang dimiliki Wening, karena ia satu-satunya putri dengan saudara 3 putra, berguna untuk berani menjelajah dunia, tidak manja, meski sebagai diplomat wanita berani mengemudi sendiri pada malam hari di New York, tetapi tetap modis, sehingga  dijuluki "Dubes fashion".

Saat sekolah dan kuliah, Wening belum memiliki perhatian khusus pada Wastra Nusantara, barulah setelah menikah, ia memiliki batik tulis sarimbit dan bersama kain dari ibu menjadi koleksinya.

Lalu Wening mulai sering diajak memilih dan diskusi mengenai Wastra dengan Ibu dan teman-teman. Saking senangnya dengan busana, sampai-sampai seragam penari disiapkan oleh Wening.

Untuk merawat koleksi Wastra Nusantara, Wening memiliki tips yaitu mencuci dengan hati-hati, dicuci dengan tangan, tidak menggunakan mesin cuci dan harus cepat kering, supaya jangan berjamur. Ketika disimpan diberi kain yang diisi merica agar tidak dimakan ngengat, Isi merica diganti tiap 2 tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Beauty Selengkapnya
Lihat Beauty Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun