Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Mengenal Generasi YOLO

11 September 2021   09:52 Diperbarui: 11 September 2021   09:50 72 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mengenal Generasi YOLO
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

YOLO atau You Only Live Once, adalah semboyan yang diidolakan oleh generasi milineal dan Z. Pada prinsip hidup mereka, apa yang dimiliki sekarang patut dinikmati segera, mumpung masih bisa menikmatinya, karena hidup hanya sekali. Berbeda dengan judul film aksi serial James Bond 007 yang berjudul "You Only Live Twice". 

Menurut generasi milineal dan Z, mereka mau mengerjakan pekerjaan yang secara instan dapat menghasilkan uang, Dan akan segera dihabiskan untuk gaya hidup leisure, seperti berwisata di tempat-tempat wisata unik dan eksotik, berburu kuliner ditempat-tempat seperti resto atau cafe yang instagramable,  mengikuti kursus yoga atau menata penampilan di salon-salon terkenal atau menggunakan bahan kecantikan premium.

Pekerjaan yang dipilihnya juga yang secara instan mampu menghasilkan banyak uang. Itulah sebabnya mereka lebih senang menjadi YouTuber, podcaster, influencer, atau bekerja pada perusahaan rintisan (startup company) Dan jarang yang dapat bertahan bekerja pada perusahaan konvensional yang rata-rata masih dimiliki dan dikelola oleh generasi baby boomers yang sangat hati-hati.

Pekerjaan ini memang identik dengan senjata andalan mereka yaitu gawai terbaru, sehingga dengan mudahnya mereka melakukan review sejumlah resto atau cafe baru lalu mengunggahnya di media sosial, dari YouTube, TikTok, Instagram atau WhatsApp. Lalu mendapatkan bayaran ganda, dari pemilik resto dan ad-sense dari pemilik media sosial. Mereka sangat paham spesifikasi dan kapan diluncurkannya gawai terbaru.

Mereka jarang yang senang bekerja pada perusahaan yang menapak setahap demi setahap, bagi mereka budaya perusahaan seperti itu dinilai membosankan. Bahkan dengan beraninya mereka langsung terjun ke kuadran investasi, padahal mereka belum memiliki dana cadangan yang memadai. Riuhnya bisnis crypto dan robot trading segera memunculkan sejumlah investor muda yang kaya dadakan. Namun juga banyak investor muda yang gagal dan terbelit hutang pada perusahaan pinjol (pinjaman online) ilegal.

Sebenarnya gaya hidup YOLO ini boleh-boleh saja, menikmati hasil kerja sendiri, namun kiranya mereka perlu membuat perencanaan anggaran keuangan yang mantap. Sebelum terjun ke investasi, mereka harus menyisihkan uang untuk pos dana cadangan, agar bila sedang tidak ada pekerjaan (jobless) masih bisa membiayai biaya hidup. 

Untungnya, mereka jarang yang membeli investasi rumah, sehingga tidak mmiliki pos hutang membayar angsuran rumah. Tetapi ada yang memiliki pos hutang pada angsuran kendaraan, guna memenuhi tuntutan gaya hidup hedonis dengan kendaraan yang sedang trend juga sepeda lipat yang mahal. Saat ini yang menjadi topik pembicaraan mereka adalah kapan bisa memiliki mobil listrik atau kapan bisa menjadi orang pertama yang menggunakan taksi dengan mobil listrik dan taksi udara.

Biaya hidup juga didominasi oleh gaya hidup hura-hura, makan di resto yang sedang hitz dan nongkrong di cafe gaul, yang membuat biaya hidup cukup besar. Bila mereka tidak membuat anggaran, dikawatirkan akan terjadi masalah besar pasak daripada tiang atau pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.

Menikmati hasil kerja sendiri boleh-boleh saja, tetapi mereka juga harus memikirkan tradisi hidup, misal harus membina keluarga baru yang tentunya harus memiliki rumah atau apartemen, meski pada umumnya mereka saat ini lebih condong menyewa.

Solusi bagi generasi milineal atau Z yang memegang prinsip YOLO, sebaiknya:

1. Membuat anggaran keuangan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Gayahidup Selengkapnya
Lihat Gayahidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan