Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Mengenal Finlandia dan Estonia

17 Juli 2021   19:02 Diperbarui: 18 Juli 2021   16:35 654
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Helsinki (sumber: airtecnics.com)

Sore ini, Sabtu 17 Juli 2021, Koteka, komunitad traveler Kompasiana kembali menggelar acara Koteka Talks 44 dengan tema: "Suasana Pandemi di Finlandia - Estonia & Sedikit Mengenal Helsinki". 

Sebagai nara sumber diundang secara khusus Duta Besar LBBP RI Finlandia dan Estonia, H.E. Ratu Silvy Gayatri untuk mengupas sekilas pandemi di sana dan sekilas Helsinki. Dua orang staf KBRI Helsinki mendampingi Silvy. Sebagai moderator Gaganawati Stegmann dari Koteka.

Dubes Silvy (dok: KBRI Helsinki)
Dubes Silvy (dok: KBRI Helsinki)

Pada awal presentasinya, Silvy Gayatri yang mulai menjabat sebagai Dubes sejak 14 September 2020 menjelaskan suasana pandemi di Finlandia dan Estonia. 

Tiap hari ada data statistik mengenai jumlah korban yang selalu dilaporkan ke Indonesia, khususnya bila ada korban WNI disana. Jumlah kasus terpapar Covid-19 hingga saat ini 99.000 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia 900 orang. 

Meski jumlah ini jauh lebih kecil daripada korban di Indonesia, namun tiga hari terakhir ini ada kecenderungan naik meski vaksinasi sudah cukup banyak  dilakukan. Sehubungan saat ini sedang musim libur sekolah dan paska even akbar piala Euro 2020. Selain itu adanya varian baru "Delta" juga berkonsttibusi pada peningkatan jumlah kasus.

Minimnya jumlah korban disebabkan restriksi bagi pendatang,  setiap 2 minggu sekali ada update border control dari Pemerintah setempat. Syarat untuk masuk Finlandia dan Estonia bila ada keperluan penting, seperti masalah keluarga dan pendatang harus mampu menunjukkan bukti vaksinasi dan telah senbuh dari covid. Bila tidak, pendatang harus isoman 14 hari. 

Selain pengaturan ketat untuk pendatang, masyarakat Finlandia dan Estonia menganggap pandemi sebagai hal serius, mereka memakai masker di tempat tertutup dan kendaraan umum. Tersedia hand sanitizer di tiap kantor. Sempat diberlakukan lockdown pada awal tahun lalu dan tahun ini. Selama ini terdapat 26 WNI yang terinfeksi, setelah mendapat perawatan dan sudah sehat kembali.

Saat ini Sekolah di Finlandia sedang libur, bulan  Agustus baru masuk. Selama ini anak-anak tingkat PAUD  hingga SMP sudah tatap muka,  kecuali pada tingkat SMA dan Perguruan Tinggi masih online.

Kerugian ekonomi jelas tampak, karena banyak PHK dan memukul bisnis turisme. Pemerintah menyediakan bantuan untuk pengusaha yang terdampak pandemi, berupa bantuan tunai, pengurangan pajak, maupun pinjaman dengan angsuran lunak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun