Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Perhatkan Jantung Anda Bila Jadi Olahragawan

19 Juni 2021   04:18 Diperbarui: 19 Juni 2021   04:15 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gagal Jantung (sumber: cnnindonesia.com)

Peristiwa ambruknya pemain andalan timnas sepakbola Denmark Christian Eriksen saat sedang berlaga dalam babak penyisihan piala Euro 2020 melawan timnas sepakbola Finlandia merupakan kasus gsgal jantung yang cukup menghebohkan. 

Tak berapa lama kemudian juga diikuti meninggalnya pahlawan bulutangkis nasional Indonesua Markis Kido yang juga diduga gagal jantung saat bermain bulutangkis di Tangerang.

Markis Kido (sumber: insertlive.com)
Markis Kido (sumber: insertlive.com)

Dua pwristiwa besar ini cukup mengguncang masyarakaf. Karena masyarakat paham dengan olahraga akan menyehatkan jantung. Namun dari beberapa literasi tetnyata ada empat yang olahraga dapat berbahaya bagi penderita gangguan jantung yaitu sepakbola, bulutangkis, bola basket dan tenis. 

Karens keempat olahraga ini memerlukan kecepatan tinggi dalam mengejar bola. Dan olahraga yang disarankan untuk menyehatkan jantung adalah jalan kaki,angkat beban, renang, yoga, sepeda, lari, dan mendaki gunung.

Kalau dianalisa dari peristiwa diatas, seorang atlet atau olahragawan profesional pasti telah melakukan olahraga berlebihan, saat berlatih maupun saat bertanding, dan hal ini dapat berbahaya bagi jantung.

Seperti kita ketahui bersama, jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dan olahraga dengan intensitas tinggi mengandung risiko jantung gagal berfungsi dengan baik saat menjalankzn tugasnya.

Padahal sebenarnya seorang atlet yang harus berlatih keras, senantiasa dibawah pengawasan dokter. Bila sebelumnya atlet tersebut sudah pernah diketahui mengalami penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak.

Seharusnya dokter secara tegas harus menyarankan pada si atlet untuk menghentikan intensitas tinggi dalam berolahraga, karena dapat menyebabkan nyeri dada (angina).

Bila kegiatan olahraga dengan intensitas tinggi ini tidak segera dihentikan, bila sewaktu-waktu plank lemak yang menempel pada dinding pembuluh darah pecah, dapat menyebabkan sumbatan. Otot jantung tidak berfungsi dengsn sewajarnya, karena tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun