Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Komik Raden Saleh dari Kedubes RI Jerman

10 Oktober 2020   17:05 Diperbarui: 10 Oktober 2020   17:14 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cover buku (sumber: bukukita.com  )

Komunitas KOTEKA kembali menyelenggarakan talk show melalui laman Zoom. Webinar kali ini adalah webinar ke 14 dengan nara sumber Dubes RI untuk Jerman dan Denny Napitupulu Boos.

Namun karena pak Arif Havas berhalangan tampil, hanya tampil berupa rekaman video dan presentasi diwakilkan staf Kedubes RI, Yul Edison.

Kedubes RI di Jerman menganggap Raden Saleh sebagai ikon warga negara Indonesia yang dicintai warga Jerman sehingga perlu dibuat buku tentang kehidupan Raden Saleh guna mempererat diplomasi Indonesia-Jerman.

Buku Raden Saleh dibuat dengan format komik dalam dua bahasa Jerman dan Indonesia, semula direncanakan 150 halaman, namun karena mengejar target untuk ditampilkan pada pameran buku di Frankfurt Oktober 2019 maka dipercepat dengan memangkas menjadi 50 halaman. Namun proyek buku yang lengkap 150 halaman tetap dilanjutkan dengan target selesai 2020. Dan dengan adanya pandemi Covid-19 dimundurkan lagi ke 2021. 

Alur cerita ditulis oleh Werner, sedang ilustrator dibuat oleh 3 orang Jerman dan 1 orang Indonesia. Buku ini dicetak terbatas dan hanya untuk souvenir saja dan belum untuk dijual.

Raden Saleh
Raden Saleh lahir di Terboyo, Semarang tahunnya kurang jelas 1807 atau 1811 dari keluarga Jawa-Arab. Nama lengkapnya Raden Saleh Syarif Bustaman.

Sejak kecil bakat melukisnya sudah tampak, sebagai warga Jawa yang sekolah di sekolah Belanda akhirnya mendapat bea siswa melukis di Belanda. Setelah direkomendasikan oleh seorang pelukis Belgia. Raden Saleh tinggal di Den Haag Belanda selama 10 tahun (1829-1839) dan belahar melukis potret dari  CornelisvKuseman  dan pemandangan dari Andreas Scchelfhouf. 

Selama hidupnya di Belanda merasa kurang diterima oleh warga Belanda sehingga Raden Saleh pindah ke Jerman, Dusseldorf dan Berlin. Sempat melakukan pameran lukisan di Berlin, salah satu lukisan yang dipamerkan adalah lukisan badai yang sekarang harganya sangat fantastis.

Akhirnya Raden Saleh cocok tinggal di Maxen, kira-kira 1 jam dari Dresden dan tinggal di kastil keluarga Frederick Anton yang dianggapnya sebagai guru dan orang tuanya.  Di Maxen, Raden Saleh diterima dengan baik oleh warga dan banyak ketemu seniman Jerman sehingga berani berbusana Jawa dan disebut Prince of Java.

Meski diterima secara baik selama 10 tahun di Maxen, akhirnya Raden Saleh pulang ke Hindia Belanda hingga wafat 1880 di Bogor. Salah satu rumah peninggakan Raden Saleh yang terletak di dekat RS Cikini Jakarta berbentuk kastil dengan disain Jerman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun