Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sehatdangaya

Boleh Berbuka Puasa dengan yang Manis, Asal Tidak Berlebihan

21 Mei 2019   07:22 Diperbarui: 21 Mei 2019   07:28 0 2 0 Mohon Tunggu...
Boleh Berbuka Puasa dengan yang Manis, Asal Tidak Berlebihan
Ilustrasi Berbukalah dengan yang Manis (sumber: www.mahira.id)

Iklan sebuah produk minuman dengan jargon "Berbukalah dengan yang manis" pada bulan Ramadan berhasil mengerek omzetnya. Sejak itu berkembang pengertian, berbuka puasa sebaiknya mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis.

Memang benar, saat berpuasa Anda akan kekurangan cairan tubuh, namun pada saat berbuka puasa tidak harus minum minuman manis terlalu banyak. Disarankan minum air putih, susu, madu atau juice. Sedangkan kudapan hindari gorengan, gantilah dengan buah yang manis, seperti kurma, pisang dan semangka.

Jangan berlebihan

Dalam hal apapun, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Konsumsilah makanan dan minuman secara normal dan seperlunya, meski Anda sudah sehari berpuasa. Buka puasa bukanlah ajang balas dendam untuk bersantap sebanyak-banyaknya.

Tidak benar 100% bahwa mengkonsumsi makanan dan minuman manis akan meningkatkan energi. Bahkan terlalu banyak mengkonsumsi makanan minuman manis, akan meningkatkan kadar gula.

Ada sebuah kejadian nyata pada suatu acara buka puasa bersama, seorang pria tampak sehat menikmati buka puasa, ia banyak minum minuman manis, makan kudapan manis dan makan nasi cukup banyak. Saat mau mengikuti shalat tarawih, tiba-tiba tubuhnya luruh ke bawah, tubuhnya mendadak menjadi lemas. Dan saat ditolong, ternyata sudah tidak bernafas.

Menurut analisa seorang dokter, kejadian ini disebabkan penurunan kadar gula darah, akibat makan minum yang manis berlebihan, sehingga tubuh menjadi lemah dan lesu.

Mengkonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa, juga memicu resistensi insulin, sehingga beresiko diabetes. Makanan manis berlebihan memicu diabetes, karena kandungan fruktosa dan glukosa di dalam makanan minuman manis memperburuk kondisi tubuh. Selain menyebabkan diabetes, juga mengganggu fungsi hati.

Dan yang pasti, makan makanan manis berlebihan saat berbuka puasa akan menambah berat badan. Itulah sebabnya, banyak orang yang sering bertanya-tanya, saya puasa kenapa berat badan naik. Itulah sebabnya, Anda perlu mengendalikan diri dengan mengkonsumsi makanan minuman manis sewajarnya saja.

Jadi, iklan produk yang menawarkan minuman manis boleh saja berujar "berbukalah dengan yang manis", asalkan Anda menyantap yang serba manis secukupnya dan sewajarnya. Lebih baik mengkonsumsi makanan minuman manis nabati.