Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

MRT Menjadi Sebuah Obyek Wisata Baru di Jakarta

15 April 2019   10:33 Diperbarui: 15 April 2019   10:59 159 1 0 Mohon Tunggu...
MRT Menjadi Sebuah Obyek Wisata Baru di Jakarta
MRT Jakarta (dokpri)

MRT atau Mass Rapid Transit atau Mass Rapid Transportation adalah kereta api cepat yang bergerak di atas tanah maupun melalui terowongan di bawah tanah yang menghubungkan sejumlah stasiun, guna mengurangi kemacetan di kota-kota besar.
Beruntunglah Jakarta setelah sekian tahun mencanangkan pembangunan MRT, akhirnya terwujud pada bulan Maret 2019. Diresmikan pada tanggal 24 Maret 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo dan selama trayek percobaan di bulan Maret 2019 tiket perjalanan di gratiskan. 
Penggunaan MRT Jakarta mulai berbayar per 1 April 2019 dengan menggunakan kartu single trip, kartu multi trip dan sejumlan uang elektronik seperti e-money dan e-toll Mandiri, Flazz BCA, TapCash BNI, Brizzi BRI dan kartu elektronik Bank DKI serta Kartu Jak Lingko.
Kartu Jak Lingko adalah kartu yang diterbitkan oleh PT Transportasi Jakarta untuk transportasi antar moda, seperti MRT Jakarta, TransJakarta, bis-bis yang dikelola pemprov DKI Jakarta dan nantinya LRT Jakarta. Nama Lingko berasal dari nama sistem pengairan di daerah Manggarai, provinsi NTT.
Saat ini MRT Jakarta hanya memiliki satu jalur perjalanan yang termasuk koridor Utara-Selatan sepanjang 16 kilometer, dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang melintasi 13 stasiun. 
Tentunya pembangunan jalur perjalanan akan terus ditambah di kemudian hari, seperti koridor Utara-Selatan akan diperpanjang hingga Kota, serta menambahkan koridor Timur-Barat dari Ujung Menteng (Jakarta Timur) hingga Kalideres (Jakarta Barat).
Tujuh stasiun di atas tanah, meliputi Lebak bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Asean Sisingamangaraja. Yang dilanjutkan dengan stasiun bawah tanah mulai dari Senayan, Istora Mandiri, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI.
Obyek Wisata Baru
Adanya MRT Jakarta tentunya menjadi euforia baru bagi warga Jabodetabek. Kalau dulu untuk naik MRT paling dekat harus ke Singapura, kini tidak perlu lagi.
Jadi tidak heran, bila setiap akhir pekan atau hari libur nasional, terjadi antrean panjang saat akan memasuki stasiun MRT Jakarta. Karena warga Jakarta berduyun-duyun ingin mencobanya, berswa foto dan mengunggahnya di media sosial sebagai bukti bahwa mereka sudah pernah menaiki MRT. 
Bahkan bila ada sanak saudara dari daerah yang berkunjung ke Jabodetabek, pasti diajak menikmati MRT Jakarta sebagai salah satu tujuan wisata baru. Tentunya saat liburan sekolah juga bakal terjadi ledakan penumpang MRT Jakarta.
Tidak heran pada akhir pekan dan hari libur nasional, PT MRT Jakarta sengaja mengoperasikan kereta api tambahan. Tentunya guna mengurangi panjangnya antrean sekaligus memberikan layanan terbaik bagi warga Jakarta.
Petunjuk Bagi Pengguna MRT Jakarta
Untuk sebuah fasilitas baru tentunya ada aturan baru yang wajib diketahui oleh para calon pengguna MRT Jakarta. Beberapa hal yang perlu disiapkan dan dipatuhi adalah:
1. Siapkan pembayaran bila ingin cepat, bawalah kartu uang elektronik dengan saldo yang cukup. Bila Anda membawa kartu uang elektronik dengan saldo kurang atau kartu tidak berfungsi, Anda akan mengganggu kelancaran antrean dan harus menuju ke tempat pembayaran khusus. Atau mencari tempat top-up di sekitar stasiun.
2. Anda bisa saja membeli kartu single trip atau kartu multi trip melalui mesin tiket otomatis. Tapi konsekuensi harus mengikuti antrean panjang, bila sedang kondisi ramai.
3. Bila Anda pergi berkelompok, perlu diingat, bahwa tiap orang wajib memegang satu kartu yang harus di tap di gerbang masuk dan gerbang keluar. Tidak diperkenankan menggunakan satu kartu untuk kelompok.
4. Dilarang membuang sampah sembarangan di dalam stasiun maupun di dalam kereta. Ancaman hukumannya denda Rp. 500.000,-
5. Dilarang duduk di lantai stasiun ataupun di lantai kereta. Meski saat ini duduk di lantai stasiun masih ditolerir, pasti pada suatu saat akan dikenakan denda.
6. Dilarang bersandar pada kaca pembatas di stasiun.
7. Dilarang berdiri menunggu di area pintu keluar, agar tidak menghalangi penumpang yang keluar. Sebaiknya menunggu disamping area pintu keluar.
8. Dahulukan penumpang yang keluar, masuklah bila penumpang keluar sudah habis.
9. Perhatikan stasiun dimana Anda akan turun, agar tidak terlewat.
10. Bila pintu masuk sudah dalam kondisi menutup, jangan memaksakan diri untuk masuk karena akan berbahaya bagi keselamatan Anda bila terjepit.
Sebuah fasiltas transportasi baru sudah tersedia, sekaligus sebagai sarana wisata baru, mari kita jaga bersama kebersihannya. Semoga dengan adanya MRT Jakarta yang nyaman, mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan sekaligus mengurai kemacetan kota Jakarta.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x