Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Mengintip Makam Korban Perang Bisa Jadi Wisata Alternatif

22 Maret 2018   18:08 Diperbarui: 22 Maret 2018   18:14 841 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengintip Makam Korban Perang Bisa Jadi Wisata Alternatif
Ereveld Menteng Pulo (sumber: Wisata Jakarta Kreatif)

Bagi Anda yang sedang tidak memiliki acara pada libur akhir pekan, Anda dapat mencoba menikmati program wisata yang agak berbeda daripada program wisata normal. Wisata Makam sudah sangat lazim di luar negeri, seperti misalnya di kota New Orleans, Amerika Serikat, sudah lama sekali berlangsung agenda wisata makam guna mengunjungi makam-makam yang indah dan tertata rapi. 

Di Agra, India juga ada Mausoleum Taj Mahal yang sudah lama menjadi sasaran tujuan wisata bagi para wisatawan yang sedang berkunjung ke India. Demikian pula di Paris, terdapat pemakaman Pere Lachaise tempat dimakamkan para selebritas dunia, salah satunya adalah Jim Morrison, penyanyi musik rock terkenal dari group band The Doors.

Wisata Kreatif Jakarta menawarkan program wisata makam di Jakarta, agar Anda juga dapat mengintip makam-makam yang tertata rapi dan sekaligus mempelajari sejarah para penghuni makam tersebut. Pertama kali, Wisata Kreatif Jakarta menggelar program wisata makam di TPU Petamburan, disana terdapat mausoleum mewah yang dipersembahkan OG Khouw untuk mendiang isterinya. Di TPU Petamburan juga terdapat beberapa makam warga Tionghoa dengan ciri khas bong-pai, makam Yahudi dengan bintang David-nya dan makam tentara Jepang.

Kini, Wisata Kreatif Jakarta menawarkan program baru bertajuk Ereveld & Jakarta War Cemetery, selama hampir empat jam, para peserta tour diajak berkeliling tiga makam di kawasan Menteng Pulo. 

Ereveld Menteng Pulo

Ereveld Menteng Pulo adalah salah satu dari dua ereveld yang terdapat di Jakarta, selain di Menteng Pulo, masih ada satu ereveld lagi di Jakarta, yakni di Ancol, Jakarta Utara. Ereveld adalah pemakaman korban perang untuk warga Belanda baik militer maupun sipil, khususnya para korban di era perang kemerdekaan Indonesia. Ereveld Menteng Pulo tampak elegan, rapi, bersih, asri,  dan tertata rapi, karena dikelola secara profesional oleh Yayasan Makam Belanda (Oorlog Groven Stichting). 

Dua tokoh paling terkenal yang dimakamkan di Ereveld Menteng Pulo adalah Letnan Jenderel Simon Hendrik Spoor, panglima tertinggi Tentara Kerajaan Hindia Belanda di Indonesia yang membawahi seluruh KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) yang kebanyakan beranggotakan orang Indonesia. Berikutnya terdapat makam  Marius Crans, seorang perwira tentara KNIL berpangkat letnan dua yang diperbantukan pada NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dan dianggap berjasa dalam pengambil alihan kedaulatan Belanda dari Pemerintah Jepang, meninggal dalam usia 28 tahun setelah bertugas dari tahun 1940-1945.

Jakarta War Cemetery

Pemakaman ke dua yang rapi dan tertata asri adalah Jakarta War Cemetery, yang terletak dibalik dinding Ereveld Menteng Pulo, tempat dimakamkan para tentara Sekutu yang gugur pada perang dunia  II (1941-1945), khususnya tentara Sekutu yang ikut berjuang dalam mempertahankan wilayah Indonesia dari serbuan tentara Jepang dan tentara Sekutu yang membantu mengembalikan kedaulatan Belanda di Indonesia setelah Jepang menyerah kalah.

Jakarta War Cemetery kini dikelola oleh Commonwealth War Graces Commission dan pendanaannya didukung oleh Pemerintah Kerajaan Inggris. Salah satu tokoh terkenal yang dimakamkan disini adalah Brigadir Jendral Mallaby, salah satu tokoh dalam perlawanan arek-arek Suroboyo melawan tentara Sekutu di Surabaya pada November 1945.

 Selain itu banyak tentara berkebangsaan Indiadan Pakistan dari Punjab Regiment (kebanyakan warga muslim),  berkebangsaan Australia dari Batalion Senapan Mesin Australia, serta tentara Sekutu lainnya yang berkebangsaan Inggris, Canada, New Zealand, Afrika Selatan, Birma dan Malaya. Itulah sebabnya pada tiap peringatan Anzac Day pada 25 April, banyak warga Australia dan Selandia Baru yang melakukan siarah kubur di Jakarta War Cemetery ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x