Mohon tunggu...
Suta Mayong
Suta Mayong Mohon Tunggu... Freelancer - MAHASISWA

saya adalah mahasiswa yang hobi nya nulis random

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Opini: Ilmu Bukan Hanya Ada di Ruang Sempit, namun Alam adalah Sarang Ilmu Pengetahuan yang Luas

6 Desember 2022   11:17 Diperbarui: 6 Desember 2022   11:39 59
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Merdeka merupakan bebas atau kebebasan. Bebas dalam artian disini adalah dapat berdiri sendiri, tidak adanya keterikatan dan tidak adanya tuntutan dari pihak manapun. Sedangkan belajar sendiri merupakan sebuah proses perubahan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, daya piker, pemahaman, sikap, serta berbagai kemampuan lainya. Dapat kita ketahui banhwa dari kedua pengertian di atas, merdeka belajar merupakan kebebasan dalam proses perubahan diri guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap serta daya berfikir atas pemahaman dari segi manapun.

Konsep merdeka belajar merupakan program atau kebijakan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia ( KEMENDIKBUD RI ) yang dirancang oleh mentri pendidikan dan kebudayaan RI, kabinet indonesia maju bapak Nadiem Anwar Makarim. Yang mana konsep tersebut di olah menjadi sebuah kurikulum baru yang di luncurkan pada Februari 2022 lalu. Merdeka Belajar atau Kurikulum Merdeka Belajar merupakan bentuk revolusi terhadap kurikulum sebelum nya, yakni kurikulum 2013. Sejak di luncurkan nya kurikulum tersebut, kementrian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi berhasil memperkuat keberagaman terhadap aspek pendidikan. Mulai dari kurikulum, penguatan siswa dan tenaga pengajar ( SDM ), hingga bantuan – bantuan pendidikan.

Namun, melihat sisi lain dengan cara pandang atau cara berfikir yang berbeda. Menggunakan cara pandang Ta’adul atau tidak memihak terhadap siapapun. Adanya merdeka belajar atau yang biasa kita kenal dengan kurikulum merdeka. Dapat dinilai melalui dua aspek, yakni aspek positif dan aspek negatif. Dalam aspek positif sendiri banyak yang di dapat, salah satunya adalah seorang siswa dan mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dari sisi soft skill nya dan hard skill nya. 

Mahasiswa dengan adnya kurikulum ini lebih fleksibel atau lues dalam dunia perkuliahan, hal ini merupakan upaya mentri pendidikan agar mahasiswa dapat terlepas dari belenggu ruang kampus dan lebih mudah dalam bergerak. Bergerask sendiri dalam artian, mahasiswa bisa memanfaatkan lingkungan kampus sebagai media atau ruang kelas. Sehingga bukan terus menerus dalam ruang kelas yang berkecimpung terhadap teori belaka dan lebih luas wawasannya dalam menuntut keilmuan. 

Begitu juga sebaliknya, merdeka belajar bagi seorang siswa memudahkan dalam memperoleh ilmu dan belajar. Namun pemanfaatan teknologi dan pengenalan teknologi agar siswa tak lagi gaptek diera perkembangan zaman. Aspek yang kedua yakni aspek negatif, tak dipungkiri juga setiap aturan atau kebijakan memiliki efek positif dan efek negatif. Efek negatif, dengan adanya kurikulum merdeka atau merdeka belajar yaitu belum matang nya persiapan. Bukan menjadi sebuah rahasia lagi bila program pendidikan selalu berubah – ubah seiring mentri yang menjabat. Yang dikhawatirkan oleh sebagian orang adalah apabila nantinya mentri yang menjabat akan berganti, maka kurikulum pendidikan pun juga ikut berganti atau mengalami sebuah perubahan. Selain dari hal tersebut juga, kurang nya sosialisasi mengenai apa itu merdeka belajar? 

Dan bagaimana efek serta keunggulan dari adanya kurikulum tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwasa nya, mencanangkan suatu program baru pastinya memerlukan sosialisasi dan persiapan yang cukup matang. Baik prasarana dan pengajar nya pun harus juga di persiapan dan disosialisasikan lebih jauh.

Mungkin pemahaman atas merdeka belajar itu juga sering disalah artikan, masyarakat indonesia menganggap bahwa belajar itu hanya berbicara tentang mengenyam dan melanjutkan dibangku sekolah atau pendidikan formal. Tetapi belajar pun sebenar nya memiliki arti yang luas, seorang dapat memperoleh ilmu bukan hanya dari bangku pendidikan dan mengenyam pendididikan. 

Dalam kosep atau cara pandang PMII pun bisa dikaitkan dengan konsep Hablum Minallalam, yang mana hablum minallalam manusia di tuntut untuk berhubungan secara seimbang. Alam dianggap sebuah entitas dan bukan benda mati belaka. Hablum minallalam juga sekaligus sebagai representatif hubungan baik manusia terhadap allah. Karena dengan mencintai alam dan sesama makhluk hidup, dia akan mengenal tuhan nya. 

Maka dari itu lah, bagi penulis medeka belajar bukan berarti tentang seseorang belajar dan mengemban ilmu di bangku pendidikan formal. Namun, diluar bangku perkuliahan pun seseorang dapat belajar dan memperoleh suatu keilmuan yang baru. Berorganisasi juga merupakan sebuah perwujudan dari belajar dan menuntut ilmu, karna dari situlah seseorang dapat mengolah serta mencari atau mengembangkan keilmuan yang ia miliki. Organisasi juga sering membuka ruang dialektik guna menambah dan saling berbagi keilmuan itu sendiri. 

Manusia bebas dan merdeka dalam belajar dan memperoleh ilmu, PMII mengajarkan akan ber sosialisasi dan mencintai alam. Suatu proses bukan hanya di ruang sempit, namun alam dapat menjadi media seseorang belajar sekaligus mengenal dan lebih dekat dengan pencipta nya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun